"> Tari Kecak Tarian Tradisional Bali - Berbagi itu Indah

Tari Kecak Tarian Tradisional Bali

Tari Kecak Tarian Tradisional Bali

Tari Kecak Tarian Tradisional Bali

Tari Kecak Tarian Tradisional Bali

       Tari tradisional yang beraneka ragam di Indonesia merupakan sebuah kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia. Tarian dari setiap daerah di nusantara memiliki nama dan sifat tari yang berbeda-beda. Diantaranya yaitu seni tari dari daerah Bali yaitu Tari Kecak. Dan untuk mengenal lebih dalam tentang Tari Kecak, berikut ini akan dibahas mengenai Tari Kecak, sebuah tarian khas dari Bali, yang patut kita lestarikan. (Baca juga : Ciri-ciri dan Tokoh Aliran Seni Lukis Realisme)

       Tari Kecak biasa disebut Tari Cak atau tari api. Tarian ini merupakan tarian pertunjukkan hiburan massal yang menggambarkan seni peran dan tidak diiringi oleh alat musik atau gamelan. Namun, hanya diiringi oleh paduan suara sekelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 70 orang yang berbaris melingkar memakai kain penutup kotak-kotak berbentuk papan catur. Tarian ini sangat sakral, terlihat dari penarinya yang terbakar api, namun mengalami kekebalan dan tidak terbakar.

       Tari Kecak juga sering disebut Tari Sanghyang yang dipertunjukkan sewaktu-waktu untuk upacara keagamaan. Penari biasanya kemasukan roh dan bisa berkomunikasi dengan para dewa atau para leluhur yang telah disucikan. Penari tersebut dijadikan sebagai media untuk menyatakan sabda-Nya. Saat kerasukan, mereka juga akan melakukan tindakan yang di luar dugaan, seperti melakukan gerakan berbahaya atau mengeluarkan suara yang mereka tidak pernah keluarkan sebelumnya.

Sejarah Tari Kecak

       Setiap tarian yang ada di setiap daerah, pasti memiliki sejarahnya masing-masing. Seperti halnya Tari Kecak yang diciptakan oleh seorang seniman di Beli bernama Wayan Limbak pada tahun 1300-an. Dengan bantuan seorang pelukis bernama Walter Spies asal Jerman, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini hingga ke luar negeri. (Baca juga artikel lain pada : Kumpulan Lagu Merdu Persembahan untuk Ibu)

       Awalnya, Tari ini ciptakan oleh Wayan Limbak dari tradisi Sanghyang. Selain itu, tarian Kecak ini juga diangkat dari bagian-bagian kisah Ramayana. Sedangkan, untuk nama tarian ini berasal dari ucapan para penarinya yang meneriakkan kata ‘cak-cak-cak’ ketika menari.

       Nah, dari teriakan-teriakan penari itulah, tarian ini dinamakan sebagai Tari Kecak. Nama tarian ini juga berasal dari suara kerincingan ornamen yang digunakan di pergelangan kaki setiap penarinya. Dengan adanya suara tersebut, suara ketika melakukan tarian Kecak akan terdengar sangat khas.

       Setiap gerakan yang ada pada tari Kecak ini juga memiliki asal usul. Karena tari ini lebih banyak menggerakkan tangan ketika menari. Pada dasarnya, gerakan tangan para penari ketika menari kecak ini berasal dari sebuah cerita Ramayana.

Lebih tepatnya menceritakan tentang Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana ketika rama sedang berburu di hutan.

       Pada Tari Kecak ini, kisah penculikan Dewi Shinta hingga pembebasannya ditunjukkan hingga akhir cerita. Bagi Anda yang sedang berlibur ke Bali, jangan lewatkan pertunjukan Tari ini dengan cerita di baliknya. Tari Kecak ini terlihat indah dan unik ketika dilihat. Tak heran jika tarian ini sangat terkenal hingga luar negeri.

Pertunjukan Tari Kecak

       Dalam pertunjukannya, tarian diawali dengan pembakaran dupa, lalu para rombongan pengiring memasuki panggung sambil mengumandangkan kata “cak..cak.. cak”. Kemudian mereka membentuk sebuah barisan melingkar, yang di tengah-tengahnya digunakan untuk menari. Dalam pertunjukan Tari Kecak ini penari memerankan lakon-lakon dalam cerita Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan tokoh-tokoh lainnya. Gerakan dalam tarian ini tidak terlalu terpaku pada pakem, sehingga penari lebih luwes dalam bergerak dan fokus pada jalan cerita saja. Kadang-kadang ada juga beberapa adegan lucu yang diperagakan para penarinya. Selain itu beberapa adegan yang atraktif juga ditampilkan seperti permainan api dan atraksi lainnya. hal inilah yang membuat Tari Kecak memiliki kesan sakral namun juga menghibur.

Pengiring Tari Kecak

       Tari Kecak ini merupakan salah satu kesenian drama tari yang sangat unik. Berbeda dengan kesenian pada umumnya, dalam pertunjukan Tari Kecak tidak menggunakan alat musik apapun. Tari Kecak ini hanya diiringi oleh suara teriakan anggota yang mengelilingi penari dan suara kerincing yang diikatkan di kaki para penarinya. Untuk anggota pengiring suara tersebut biasanya terdiri dari 50 orang atau lebih. Dalam anggota pengiring tersebut juga terdiri dari anggota yang bertugas sebagai, pengatur nada, penembang solo, dan Dalang yang mengatur jalannya cerita. (Baca juga artikel lain pada : Salah Paham antara Petugas dan Pelamar)

Busana Tari Kecak

       Dalam pertunjukannya penari menggunakan kostum sesuai dengan lakon yang diperankannya. Kostum ini hampir sama dengan Wayang Wong, namun dengan gaya khas Bali. Sedangkan para pengiring biasanya hanya menggunakan celana hitam dan kain bermotif kotak-kotak berwarna hitam putih. Selain itu beberapa aksesoris seperti bunga yang diselipkan di salah satu telinga mereka.

Perkembangan Tari Kecak

Selain sebagai warisan budaya, Tari Kecak ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana. Di Bali sendiri hampir semua daerah memiliki kelompok Tari Kecak sendiri. Dalam perkembangannya, Tari Kecak ini juga mengalami pengembangan, baik dari segi pertunjukan, jumlah penari, cerita dan lakon yang diperankan. Hal ini dilakukan sebagai usaha dari para seniman agar pertunjukan Tari Kecak semakin diminati dan dikenal oleh masyarakat luas.

       Itulah pembahasan singkat tentang Tari Kecak Tarian Tradisional Bali yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga bahasan singkat tentang Tari Kecak Tarian Tradisional Bali diatas dapat membawa manfaat bagi kita untuk mengenal lebih dalam tentang Tari Kecak. (Baca juga artikel lain pada : Soal PTS Seni Budaya Kelas 10 Semester 1)

Lihat juga artikel lain dalam video pada :

[metaslider id=2694]

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *