"> Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang - Berbagi itu Indah

Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang

Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang

Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang

Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang

       Sebagaimana pada postingan terdahulu telah kita ketahui bahwa Bintang adalah benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri, maka pembahasan kali ini adalah berfokus pada Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang.

Sistem Penamaan Bintang

       Sistem penamaan bintang mengalami perkembangan dari masa ke masa. Secara garis besar ada tiga sistem penamaan bintang yang dianut hingga saat ini, yaitu sistem penamaan Bayer, sistem penamaan menurut IAU, dan sistem penamaan sesuai koordinat. Berikut ini penjelasannya. . (Baca juga :  Jenis-Jenis dan Manfaat Kabut)

       Persatuan Astronomi Internasional (IAU) adalah otoritas yang diakui secara internasional untuk memberikan penamaan pada benda-benda langit termasuk bintang. Banyak nama bintang yang dipakai saat ini diwarisi dari saat sebelum IAU berdiri. Namun, kebanyakan bintang tidak memiliki nama khusus dan hanya dikenali sebagai sebuah nomor dalam sebuah katalog bintang.

Beberapa metode yang digunakan dalam penyebutan nama bintang, antara lain:.

A. Nama diri

       Banyak bintang, khususnya bintang-bintang terang, memiliki nama yang berasal dari kebudayaan-kebudayaan kuno. Meskipun nama latin diberikan untuk semua rasi bintang, tetapi nama diri bintang-bintang dalam rasi-rasi tersebut kebanyakan berasal dari Bahasa Arab. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kehidupan gurun dengan langit yang hampir selalu cerah di malam hari, membuat Bangsa Arab sangat familiar dengan bintang-bintang.
  • Pada Zaman Kegelapan Eropa, ketika bangsa Eropa menaruh sedikit perhatian pada ilmu pengetahuan khususnya astronomi, bangsa Arab telah mengadopsi manuskrip Claudius Ptolemaeus, Almagest, yang menyimpan banyak sekali catatan nama bintang dalam Bahasa Yunani dan latin.

Namun, terdapat beberapa masalah dalam penyebutan nama-nama ini:

  • Pengejaan seringkali tidak terstandarisasi (contoh: Almach atau Almaach atau Almak atau Alamak)
  • Banyak bintang memiliki lebih dari satu nama yang hampir sama populernya (Mirfak atau Algenib atau Alcheb; Regor atau Suhail al Muhlif; Alkaid atau Benetnasch; Gemma atau Alphecca; Alpheratz atau Sirrah)
  • Karena kekurangakuratan, katalog-katalog bintang tua tidak begitu jelas merujukkan satu nama pada satu bintang dalam sebuah rasi.
  • Beberapa bintang dalam rasi yang berbeda bisa memiliki nama yang sama: Algenib di rasi Perseus dan Algenib di Pegasus; Gienah di Cygnus dan Gienah di Corvus, Alnair di Grus dan Alnair di Centaurus.

       Umumnya, nama-nama tradisional tersebut hanya digunakan untuk bintang-bintang yang sangat terang, (Sirius, Arcturus, Vega, dsb.) dan untuk sejumlah kecil bintang yang kurang terang tetapi “menarik” (seperti misalnya Algol, Polaris, Mira, dsb.). Untuk bintang-bintang lainnya yang dapat dilihat menggunakan mata telanjang, penamaan Bayer lebih sering digunakan.

B. Huruf Bayer

       Pada 1603, dalam teksnya yang berjudul Uranometria, Johann Bayer memperkenalkan sebuah sistem penamaan bintang dalam sebuah rasi menggunakan abjad Yunani (alpha, beta, gamma, dan seterusnya) sesuai dengan urutan terangnya. Sistem ini masih digunakan secara luas hingga sekarang. Sebagai contoh, Sirius memiliki nama lain dalam penyebutan Bayer: Alpha Canis Majoris, yaitu bintang paling terang dalam rasi Canis Major.

C. Nomor Flamsteed

       Penamaan bintang dengan penomoran Flamsteed di dalam sebuah rasi juga masih digunakan. Sistem ini diperkenalkan oleh John Flamsteed dalam teksnya yang berjudul Historia Coelestis Britannica (diterbitkan pada 1729 setelah kematiannya[2]). Sistem penamaan ini adalah dengan memberikan nomor pada sebuah bintang sesuai dengan urutan asensio rektanya dalam sebuah rasi. Misalnya 61 Cygni memiliki asensio rekta lebih besar daripada 16 Cygni. Sistem penamaan ini familiar untuk bintang-bintang redup, tetapi masih bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga kebanyakan bintang yang memiliki penamaan Flamsteed tidak memiliki nama diri dan nama Bayer. . (Baca juga artikel lain pada :  Pengajian Full Kocak KH Syahroni Fadlan)

Ciri-Ciri Bintang

       Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa ciri-ciri atau karakteristik bintang ditinjau dari segi ukuran, massa, komposisi, struktur inti, suhu, umur, kinematika, rotasi, dan medan magnetnya.

Ukuran Bintang

       Semua bintang kecuali Matahari tampak seperti titik-titik kecil apabila dilihat dari Bumi dengan mata telanjang. Hal ini dikarenakan jaraknya yang sangat jauh dari Bumi. Sementara itu Matahari terlihat sangat besar dikarenakan Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi. Meskipun bintang tampak seperti titik, namun ukuran sebenarnya dari bintang sangat besar dan bervariasi, ada bintang yang ukurannya hanya 20 – 40 km, adapula yang ukurannya mencapai 900 km.

Massa Bintang

       Karena ukuran bintang yang bervariasi, maka massa bintang juga bervariasi. Yang jelas, suatu benda langit dapat dikatakan bintang apabila ia menghasilkan cahaya sendiri dan memiliki massa 0,08 – 200 kali massa Matahari. Salah satu Bintang yang paling besar adalah Eta Carinae yang massanya mencapai 100 – 150 kali massa Matahari.

Komposisi Bintang

       Bintang-bintang yang terdapat di Galaksi Bimasakti memiliki komposisi yang tersusun atas 71% hidrogen dan 27% helium serta sisanya berupa unsur-unsur yang lebih berat. Karena unsur-unsur yang lebih berat tersebut terus bertambah di awan molekul (tempat terbentuknya bintang), maka unsur yang dimiliki oleh suatu bintang menjadi faktor utama untuk mengidentifikasi usia bintang tersebut. Selain itu, unsur yang dimiliki oleh suatu bintang dapat memberikan informasi tentang sistem planet pada bintang tersebut.

Struktur Inti Bintang

       Bintang selalu memiliki bagian inti yang setimbang secara hidorstatis. Kesetimbangan hidrostatis ini terjadi ketika tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain kesetimbangan hidrostatis, inti bintang juga harus berada dalam kesetimbangan termal (suhu).

Suhu/Temperatur Bintang

       Suhu permukaan suatu bintang sangat ditentukan oleh besar kecilnya energi di intinya. Suhu suatu bintang dapat diperkirakan dengan menganalisis indeks warna atau spektrum bintang. Bintang-bintang yang besar biasanya memiliki suhu mencapai 50.000oC. . (Baca juga artikel lain pada :  Adu Cerdas Matematika Kepala Pegawai)

Usia Bintang

       Umur atau usia bintang dapat diperkirakan dari massanya. Biasanya semakin besar massa suatu bintang maka semakin muda umur bintang tersebut. Usia bintang yang banyak ditemui saat ini berada dalam rentang 1 – 10 milyar tahun, namun adapula bintang yang umurnya lebih tua sedikit atau lebih muda. .

Kinematika (Pergerakan) Bintang

       Pengamatan kinematika bintang berdasarkan arah kecepatan radialnya, apakah menuju atau menjauhi matahari dan pergeserannya secara melintang. Melalui data tersebut, astronom dapat mengetahui asal mula, umur, bahkan struktur dan evolusi bintang serta galaksi di sekitarnya. .

Rotasi Bintang

       Spektroskopi adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu bintang. Selain menggunakan alat tersebut, kecepatan rotasi bintang juga dapat ditentukan dengan mengamati laju rotasi bintik bintang. Bintang muda biasanya memiliki laju rotasi lebih cepat daripada bintang yang lebih tua. Faktor yang mempengaruhi kecepatan rotasi bintang adalah medan magnet dan angin bintang.

Medan Magnet Bintang

       Selain mempengaruhi suhu permukaan bintang, bagian inti bintang juga dapat menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini timbul karena terjadinya gerakan plasma seperti sebuah dinamo di dalam inti bintang. Kekuatan medan magnetis bintang dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya adalah massa, komposisi, dan aktivitasi yang terjadi di permukaan bintang.

       Itulah postingan tentang Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Sistem Penamaan dan Ciri-Ciri Bintang diatas dapat menambah wawasan kita tentang Pengertian dan Susunan Tata Surya. (Baca juga artikel lain pada :  Soal PAS PKn Kelas 11 Semester 1)

Lihat juga artikel lain dalam video pada:

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *