Siklus Kehidupan Kupu-Kupu

Siklus Kehidupan Kupu-Kupu

Siklus Kehidupan Kupu-Kupu

      Kita semua pasti telah maklum bahwa binatang yang disebut kupu-kupu adalah binatang yang sangat cantic dengan sayap yang beraneka warna sehingga banyak dari manusia, terutama para gadis sangat menyukai keindahan dari kupu-kupu. Namun tahukah bahwa kupu-kupu adalah berasal dari binatang yang tidak disenangi orang, yaitu ulat. Bahkan para gadis akan merasa sangat ketakutan ketika melihat atau bahkan terpegang oleh ulat.

      Dibawah ini akan kami posting tentang Siklus Kehidupan Kupu-Kupu mulai dari fase telur, ulat (larva), kepompong (pupa) hingga menjadi kupu-kupu sempurna sehingga kita menjadi tahu proses metamorphosis dari ulat menjadi kupu-kupu tersebut. (pelajari juga : Faktor yang Mempengaruhi Fermentasi dan Contoh)

Inilah Siklus Kehidupan Kupu-Kupu:

      Perlu kita ketahui bahwa siklus kehidupan kupu-kupu yang lengkap terdiri dari empat fase (tahap) yang meliputi telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan akhirnya menjadi kupu-kupu sempurna.

A. Telur

      Kupu-kupu betina akan bertelur pada jenis tanaman dimana ulat akan makan. Telur kupu-kupu biasanya akan dilekatkan ke bagian bawah daun dengan zat yang berfungsi sebagai semacam lem yang sangat kuat. Sampai saat ini, tidak diketahui bagaimana struktur dan bahan kimia apa yang membentuk lem tersebut. Tetapi lem ini bekerja dengan sangat baik, bahkan ikatan telur dan daun yang dibentuk oleh lem ini jauh lebih kuat dibanding telur dan daun itu sendiri.

B. Larva (Ulat)

      Telur kupu-kupu akan menetas dalam waktu 3 sampi hari 5 dan menjadi Larva atau ulat. Setelah menetas larva akan mencari makan. Sebagian larva mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya. Ulat kecil ini sangat rakus dan dengan cepat mulai menggerogoti setiap daun yang dilihatnya. Pada masa ini, pertumbuhan ulat sangat luar biasa cepat, sehingga ia akan berganti kulit beberapa kali untuk menyesuaikan tubuhnya yang menjadi berukuran lebih besar. Proses pergantian kulit larva umumnya 4 – 6 kali, dan periode antara pergantian kulit (molting) disebut instar.

      Ketika larva mencapai pertumbuhan maksimal, larva akan berhenti makan, berjalan mencari tempat berlindung terdekat, melekatkan diri pada ranting atau daun dengan anyaman benang. Larva telah memasuki fase prepupa dan melepaskan kulit terakhir kali untuk membentuk pupa (kepompong).

C. Pupa (Kepompong)

      Ulat kemudian akan membentuk sebuah cangkang kecil yang biasa kita sebut dengan kepompong. Kepompong dapat dibuat oleh ulat dengan membalutkan dirinya pada dua buah daun yang dibungkus benang sutra atau kepompong yang sepenuhnya dibuat dari benang sutra. Di dalam pupa atau kepompong ini, ulat lalu akan memulai proses yang menakjubkan untuk berubah menjadi kupu-kupu dewasa. Tahap ini biasanya berlangsung selama 7 – 20 hari tergantung spesiesnya.

     Pada tahap ini, ulat mulai melepaskan enzim yang akan mencerna hampir semua bagian tubuhnya sendiri. Sehingga, yang tersisa di dalam kepompong hanya berupa semacam cairan yang sangat kaya akan nutrisi yang berguna untuk perkembangan menjadi kupu-kupu.

D. Kupu-Kupu

      Setelah proses metamorfosis selesai, kupu-kupu akan menggunakan cairan khusus yang diformulasikan untuk melunakkan kepompong. Kepompong yang melunak akan terlihat transparan, ketika kepompong telah melunak, mereka menggunakan cakar tajam mereka untuk merobek kepompong dan keluar dari sana. Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah dan mengembang secara normal. Segera setelah sayap mengering,mengembang dan kuat, sayap akan membuka dan menutup beberapa kali dan percobaan terbang.. Proses ini dapat berlangsung beberapa jam. Akhirnya menjadi kupu-kupu sempurna.

      Kupu-kupu merupakan serangga yang melakukan aktivitas pada siang hari, pada malam hari kupu-kupu akan istirahat dan terlindungan daun pepohonan. Siang kupu-kupu makin aktif terbang dan melakukan aktivitas mencari makan dan berproduksi. Kegiatan mencari makan dilakukan sendiri-sendiri tetapi sering tampak kupu-kupu jantan dan batina terbang berpasangan dan pada saatnya akan melakukan kopulasi.

      Selanjutnya induk kupu-kupu akan meletakkan telurnya pada tumbuhan inangnya. kupu-kupu yang rentang sayapnya kecil akan terbamg rendah antara 10cm- 2m. Sedangkan kupu-kupu yang rentang sayap lebih besar terbang lebih tinggi sampai ± 10 m. Pada kegiatan mencari makan, kupu-kupu akan hinggap pada bunga-bunga dan menjulurkan probosisnya. (kunjungi juga pada : Karya Setengah Hati)

      Itulah proses pada Siklus Kehidupan Kupu-Kupu yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga postingan tentang Siklus Kehidupan Kupu-Kupu diatas dapat bermanfaat bagi kita untuk menambah pengetahuan kita tentang kehidupan kupu-kupu.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *