Senyum Berbalut Rindu

Senyum Berbalut Rindu

Senyum Berbalut Rindu

Fajar mulai menyingkap sang gulita

Cahaya temaram menghias cakrawala

Teriring sahutan kokok ayam jantan

Dibarengi sejuk bening embun pagi

(Baca juga : Mencari Senja Menyongsong Mimpi )

Menyelimuti sang bumi pertiwi

Dia sapa sang bayu yang mengalun

Ditemani kicauan burung di pepohonan

Senandungkan simphoni alam

Mulai terasa hangatnya sinar mentari

Membelai mesra dari sudut cakrawala

Wahai Sang Pencipta keindahan

Lukislah eloknya panoramaMU

Di setiap dinding kalbuku

Membentuk asa diantara perindu

Mengais kasih sayangMU

(Baca juga puisi lain pada : Rindu Diantara Rinai Hujan)

Buanglah semua goresan luka

Yang pernah menghiasi sanubariku

Agar bibirku kembali bisa tersenyum

Dan mensyukuri atas segala pemberianMU

Sungguh ,,,…

Aku rindu untuk tersenyum

Diantara aksi ego para hambaMU

      Itulah postingan puisi tentang Senyum Berbalut Rindu yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil hikmah dari puisi tentang Senyum Berbalut Rindu diatas. (Baca juga puisi lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Meet Allah in the Judgement Day)

You may also like...

3 Responses

  1. […] (Baca juga puisi lain pada : Senyum Berbalut Rindu) […]

  2. […]       That’s all our post about quotes entitled Education is Spreading Civilization we can share for this occasion. Hopefully the quotes about Education is Spreading Civilization above can be useful for us. (Also read other article in Indonesian version at : Senyum Berbalut Rindu) […]

  3. […] (Baca juga : Senyum Berbalut Rindu) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *