"> Sejarah Singkat Negara Myanmar - Berbagi itu Indah

Sejarah Singkat Negara Myanmar

Sejarah Singkat Negara Myanmar

Sejarah Singkat Negara Myanmar

Sejarah Singkat Negara Myanmar

       Republik Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Birma, disebut “Burma” di dunia Barat) adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 ribu km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi lebih dari 53 juta jiwa (2017). Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada tanggal 7 November 2005. ( Baca juga : Daya Tarik Taman Merlion Singapura)

Perubahan Nama

       Perubahan nama dari Burma menjadi Myanmar dilakukan oleh pemerintahan junta militer pada tanggal 18 Juni 1989. Junta militer mengubah nama Burma menjadi Myanmar agar etnis non-Burma merasa menjadi bagian dari negara. Walaupun begitu, perubahan nama ini tidak sepenuhnya diadopsi oleh dunia internasional, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris.

SEJARAH KEMERDEKAAN MYANMAR

       Pada 4 Januari 1948, Myanmar berhasil meraih kemerdekaan dari Inggris. Tetapi sebelumnya Myanmar merupakan salah satu negara jajahan Inggris. Myanmar setelah jatuh ke tangan Inggris sering melakukan perlawanan tehadap pemerintah Inggris. Dari sinilah semangat nasionalisme Myanmar bangkit. Adapun beberapa sebab lain yang menyebabkan Nasionalisme Myanmar timbul disebabakan beberapa faktor eksternal yaitu:

  1. Kemenangan Jepang dalam perang Jepang-Rusia 1905. Hal ini tentunya berkenaan dengan adanya persepsi bahwa kekuatan negara Asia telah bangkit dan kini mulai diperhitungkan. Dengan adanya kemengan Jepang dari Rusia tentunya memberikan isyarat kepada negara-negara besar bahwa power negara-negara Asia tidak boleh diremehkan lagi. Dan di lain hal, fenomena ini tentu saja diasumsikan oleh Myanmar sebagai sebuah kebangkitan negara Asia secara kolektif untuk membendung pengaruh negara barat.
  2. Nasionalisme di India mempengaruhi timbulnya nasionalisme di Myanmar. Hal ini menjadi refleksi efek domino yang dilakukan oleh militer Myanmar mengingat kedekatan geografis. Adanya hal tersebut memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat Myanmar untuk memerdekakan diri.
  3. Adanya perdamaian Versailles yang memperjuangkan hak-hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa yang belum merdeka. Perjanjian versailles merupakan salah satu hasil dari berakhirnya perang dunia I. Perjanjian Versailles menjunjung tinggi hak-hak menetukan nasib sendiri bagi setiap negara. Tentunya hal ini menjadi keuntungan bagi Myanmar yang ketika itu berada di bawah kekuasaan Inggris. Hal ini juga dijadikan landasan bagi Myanmar untuk memperjuangkan haknya dalam melepaskan diri dari penjajah.

       Selain itu dari internal sendiri, pada tahun 1919 muncul gerakan melawan Inggris dengan membentuk The General Council of Burmese Association (GCBA) menjalankan politik non cooperative dengan Inggris. Dari sini berkobarlah semangat nasionalisme Myanmar anti Inggris.  ( Baca juga artikel lain pada : Most Beautiful Words for Best Friend)

       Gerakan-gerakan nasionalisme Myanmar lainnya adalah Myochit (Partai Nasionalis), Sinyetha (Partai Rakyat Miskin) dan Do Bama Asiayone (Kita Bangsa Myanmar) atau partai Thakin yang menuntut kemerdekaan bagi bangsa myanmar.

       Setelah terjadinya beberapa perlawanan antara rakyat Myanmar melawan para penjajah,  pada pertengahan abad ke-19, Inggris menguasai Myanmar secara resmi dan menyatukan Myanmar dengan India. Pada era perang dunia kedua, Myanmar diduduki Jepang. Era pendudukan Jepang ini dimanfaatkan rakyat Myanmar untuk mengorganisir gerakan kemerdekaan mereka, dengan mendirikan Liga Rakyat Merdeka Anti-Fasis (AFPFL) di bawah pimpinan Aung San.

       Dalam perkembangannya, AFPFL semakin berkembang pesat. AFPFL juga memandang bahwa situasi perang dunia kedua dapat dimanfaatkan dengan melihat kekuatan penjajah yang terfokus pada dua arah. Seperti yang diketahui bahwa Jepang dan Inggris merupakan aktor yang berperan secara signifikan dalam perang dunia kedua. Perang dunia kedua kemudian berakhir dengan kekalahan jepang. Kekalahan Jepang di perang dunia kedua dijadikan sebagai momentum bagi Myanmar untuk bangkit dan memberikan perlawanan. Setelah kekuatan dalam tubuh Myanmar dipersatukan dan adanya dukungan dari Inggris beserta sekutu lainnya, penyerangan terhadap tentara Jepang pun dilakukan. Penyerangan tersebut berakhir dengan kekalahan Jepang. Pada tanggal 15 Juni 1945, angkatan bersenjata Myanmar bersama-sama dengan satuan-satuan yang mewakili kerajaan Inggris dan pasukan sekutu mengadakan pawai kemenangan di Yangoon.

       Kemenangan Myanmar dari Jepang tidak serta merta membuat Myanmar menjadi negara merdeka. Akan tetapi, Inggris mengambil alih. Dalam perkembangannya, pemerintah Inggris telah menjelaskan politiknya mengenai masa depan Myanmar dalam Buku Putih. Bagaimanapun pelaksanaannya, selama tiga tahun akan diperintah oleh gubernur secara langsung, dan pada saatnya kemudian pemilihan dan pembentukan kembali Dewan serta pembuat Undang-undang Myanmar tahun 1935. Hal ini menjadi titik terang bagi Myanmar karena hal tersebut menjadi sinyal akan kemerdekaan Myanmar. Hal ini dilakukan pemerintah Inggris karena melihat AFPFL telah berpengaruh besar di tengah rakyat,  akhirnya Inggris sepakat untuk menyerahkan kemerdekaan kepada Myanmar. ( Baca juga artikel lain pada : Brief History of Singapore Country)

       Dalam rentetan perjuangan kemerdekaan Myanmar, U Aung San merupakan aktor yang sangat kontributif dalam realisasi perjuangan tersebut. Dia dikenal sebagai pemimpin yang kuat dan negarawan yang cakap serta memperoleh kepercayaan dan kecintaan rakyatnya. U Aung San juga berperan penting dalam proses mengorganisasikan gerakan nasionalisme dan aktif dalam melakukan pendekatan dengan pihak Inggris.

       Secara resmi, Inggris memberikan kemerdekaan bagi Myanmar pada tanggal 4 Januari 1948. Hal ini tentunya menjadi prsetasi luar biasa bagi elemen-elemen Myanmar yang mampu melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Momentum ini kemudian dijadikan semangat untuk membangun kembali Myanmar sebagai negara berdaulat dan merdeka. Dan setiap tanggal 4 Januari diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Myanmar.

       Itulah postingan tentang Sejarah Singkat Negara Myanmar yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Sejarah Singkat Negara Myanmar diatas dapat menambah wawasan kita tentang Sejarah Singkat Negara Myanmar. ( Baca juga artikel lain pada : Latihan USBN Penjaskes SMP Bagian 3)

Lihat juga artikel lain dalam video pada :

[metaslider id=2694]

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *