Sejarah Perkembangan Musik Qasidah

Sejarah Perkembangan Musik Qasidah

Sejarah Perkembangan Musik Qasidah

      Sejarah Perkembangan Musik Qasidah dimulai pertama kalinya ketika qasidah ditampilkan oleh kaum Anshar (sebutan untuk suatu kaum yang menerima hijrah Nabi Muhammad SAW. dan sahabat ­- sahabatnya dari kaum Muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya (Makkah) ke Yatsrib (Madinah). Pada waktu itu beberapa kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi beserta para Sahabat beliau dan mendendangkan lagu – lagu pujian diiringi dengan lantunan musik rebana. Sejak saat itu Lagu – lagu  pujian itu berkembang ke berbagai negara di belahan dunia, terutama negara – negara islam dan melegenda hingga zaman sekarang sebagai lagu klasik dan banyak dapat dinikmati hingga sekarang.

      Lagu – lagu pujian sering kita dengarkan misalnya pada kegiatan hari besar keagamaan Islam, pernikahan, Tasyakuran dan lain sebgainya, (baca juga : Jenis Alat Musik Pengiring Lagu Dangdut)

Sebagai contoh dari lagu – lagu pujian itu adalah sebagai berikut:

  • Ya Nabi, keselamatan untukmu
  • Ya Rasul, keseamatan untukmu
  • Ya Kekasih, keselamatan untukmu
  • Engkaulah matahari, engkaulah rembulan
  • Engkau cahaya di atas cahaya
  • Engkau penerang kegelapan
  • Engkau pelita penerang hati

      Berbeda dengan jenis – jenis musik dan lagu – lagu lain yang tumbuh dalam budaya Indonesia, qasidah merupakan kesenian yang diapresiasi oleh kalangan ulama dan pesantren. Dimana dalam hal berkesenian, kalangan ulama dan pesantren dapat dikatakan kurang menerima jenis kesenian musik lainnnya, bahkan cenderung melarang.

      Dengan kondisi seperti inilah, maka dapat dipahami jika kesenian musik qasidah lebih banyak berkembang pada masyarakat yang memiliki ciri budaya Islami yang kental seperti di pesantren – pesantren.

      Dari kalangan pesantren iulah akhirnya misik qasidah berkembang kepada masyarakat luas, terutama pada acara – acara yang telah kami sebutkan diatas. Sehingga kesenian musik qasidah dapat hidup dan terus bertahan dari waktu ke waktu.

      Dari segi isi, syair lagu-lagu pada seni musik qasidah, para ulama membuat batasan, bahwa lagu qasidah haruslah mengandung pesan-pesan sebagai berikut:

  • Mendorong keimanan kepada Allah dan Hari Akhir;
  • Mendorong orang untuk beribadah dan taat terhadap Allah serta Rasulnya.
  • Mendorong orang untuk berbuat kebajikan dan menjauhi ma’shiyat.
  • Mendorong orang untuk bertindak amar ma’ruf dan nahyi munkar.
  • Mendorong orang agar memiliki etos kerja tinggi dan berjiwa patriotis.
  • Mendorong orang agar menjauhi gaya hidup mewah serta berbuat riya.
  • Tidak menampilkan pornografi maupun porno-aksi dan menggugas syahwat.
  • Tidak menampilkan syair yang cengeng sehingga membuat orang malas bekerja.

      Musik Qasidah sebagai salah satu bentuk kesenian dapat bertahan sejak mulai berkembang di daerah ini hingga sekarang. Dari waktu ke waktu bermunculan grup-grup musik qasidah yang datang silih berganti, mulai dari anak – anak, remaja hingga grup yang beranggotakan orang dewasa.

      Alat musi jenis kesenian qasidah ini dari yang masih asli yaitu menggunakan alat musik rebana dan kecrek hingga pada bentuknya yang bercampur musik modern dapat terus berkembang. Bahkan bentuk qasidah yang asli masih kuat dipertahankan oleh kaum muslimin atau muslimat.

      Pernah juga muncul qasidah modern, yaitu grup Qasidah Rofiqoh Dartowahab yang merupakan grup Qasidah yang pernah popular di negeri ini. Setelah ketenaran grup ini mulai pudar muncul pula grup lain yaitu grup Nasyidaria (dari kota Semarang) hingga sempat pula mengenyam masa kepopulerannya, kemudian meredup kembali. Lalu muncul grup musik qasidah Mahabbatain yang beranggotakan alumni mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya dan Malang yang sampai sekarang masih eksis, dan lain – lain.

      Demikianlah Qasidah­-qasidah modern ini datang dan pergi silih berganti. Namun tetap saja seni qasidah baik yang mempertahankan bentuk seninya yang asli maupun seni qasidah yang sudah dimodernisir dapat bertahan dengan pengemarnya masing-masing, termasuk kita.

      Itulah postingan kami tentang Sejarah Perkembangan Musik Qasidah yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postigan kami tentang Sejarah Perkembangan Musik Qasidah. (baca juga : Jenis Aliran Musik)

Wallahu a’lam bish-shawab

Salam ukhuwah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *