Sangkar yang Mengekang Kemampuan Kita

Sangkar yang Mengekang Kemampuan Kita

Sangkar yang Mengekang Kemampuan Kita

      Ada seekor burung merpati yang telah lama terkurung dalam sebuah sangkar yang bagus. Setiap hari pemiliknya memberi makan dan minum berlebih sehingga burung merpati tersebut tidak perlu bersusah untuk mendapatkan makanan dan minuman untuk dikonsumsi. (baca juga : Cermin di Ujung Lorong)

      Suatu hari burung merpati itu berhasil keluar dari sangkar yang mengurungnya selama ini. Dengan perasaan gembira ia berterbangan kesana kemari menikmati kebebasannya. Ia terus terbang dengan gembira hingga di perjalanan ia bertemu dengan seekor burung merpati lain. Namun ia keheranan kenapa merpati itu bisa terbang lebih tinggi dan lebih cepat darinya.

      Hingga ketika burung merpati itu hinggap di ranting pohon, dengan perasaan penasaran ia menghampiri merpati itu, dan bertanya, “Mengapa kamu bisa terbang lebih tinggi dan lebih cepat dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?”

      Merpati itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua merpati yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.

      Saat itu si merpati baru tersadar bahwa selama ini kungkungan sangkar itulah yang selama ini membuat terbangnya tidak secepat dan setinggi merpati lain yang hidup di alam bebas.

      Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan burung merpati itu. Lingkungan yang serba ada, pujian, seolah kita berada dalam sangkar emas yang membuat fikiran dan langkah kita tidak dapat berkembang. Kita merasa bahwa mereka telah menyediakan apa yang kita inginkan.

      Atau lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam sangkar semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah kamu separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

      Tidakkah kamu pernah mempertanyakan kepada hati nurani bahwa kamu bisa “terbang lebih tinggi dan lebih cepat” dalam artian kamu bisa melangkah lebih jauh sesuai dengan kemampuan maksimal kamu kalau kamu mau menyingkirkan “sangkar” itu? Tidakkah kamu ingin membebaskan diri agar kamu bisa mencapai sesuatu yang selama ini kamu anggap diluar batas kemampuan kamu? Tidakkah kita berusaha untuk membebaskan dari Sangkar yang Mengekang Kemampuan Kita?

      Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang kamu ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tetapi bila kamu sudah sampai kepuncak, semua pengorbanan itu pasti terbayar.

      Kehidupan kamu akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan kamu. Bukan cara hidup yang seperti mereka pilihkan untuk kamu…

      Itulah postingan cerpen tentang Sangkar yang Mengekang Kemampuan Kita yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga cerpen tentang Sangkar yang Mengekang Kemampuan Kita diatas dapat menginspirasi kita tentang kebebasan berusaha. (kunjungi cerpen lain dalam versi bahasa Inggris pada : Keep Your Honesty Forever)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *