Puisi Yang Kehilangan Aroma

Puisi Yang Kehilangan Aroma

Puisi Yang Kehilangan Aroma

Kala kata meradang disetiap langkah,

Mungkin,

Ada yang harus di jelaskan perihal puisi yang kehilangan aroma.

Puisiku yang terasa hambar dan pahit, …….

Seperti kopi yang di racik tanpa gula, …….

semenjak baitku yang tak pernah terencana dan puisiku yang tak lagi berirama.

Karena mungkin pena ini telah enggan menuangkan tintanya ……

Untuk menari-nari diantara jari jemari,

Untuk tuliskan tentang luka yang sama.

Atau, ……

Untuk goreskan baris-baris duka yang mendera.

Luka yang seperti puisi yang kau tulis namun tak pernah kau baca.

Duka yang seperti bait yang kau gores namun tak kau hayati.

Dan beberapa perihal yang harus di ikhlaskan tanpa harus di jelaskan.

(Baca juga : Mimpi Yang Tertunda)

Aku pun mulai berusaha untuk mulai melepas segala perasaan di dalam dada,

Tidak akan lagi ku memaksa, …..

Tapi akan lebih mencoba memasrahkan tentang apa yang memang tak harus di jelaskan …….

Ketika langit dan senja tak lagi se nada.

Aku tak akan lagi kembali dan kaupun berhenti mencari, …….

Walau ku tahu puisi yang sendu tak lagi menjadi rindu.

Walau bait-bait yang indah tak lagi menggoda.

Dan semoga do’a ku menjelma untuk bahagiamu, ……

Tatkala kita yang memang tak bisa lagi bersama.

Dan biarkan semua kisah masa lalu,

Ku abadikan dalam sajak-sajak yang tak akan lagi kita baca.

Terimakasih atas segala inspirasimu, …..

Yang pernah menghiasi indahnya irama puisiku.

      Itulah goresan puisi yang aku bagikan tentang Puisi Yang Kehilangan Aroma yang dapat aku bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga puisi tentang Puisi Yang Kehilangan Aroma diatas dapat menjadi bahan renungan bagi kita. (Baca juga puisi lain dalam versi bahasa Inggris pada : I Will Do What I Decide)

      Banyak hal yang tidak kita ketahui dan perlu untuk kita pelajari dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai tantangan ini. Terus bersemangat dalam setiap langkah untuk menggapai mimpi. Janganlah merasa puas pada keberhasilan, ataupun putus asa pada kegagalan. (Baca juga artikel lain pada : Syarat dan Ketentuan Naskah)

Selamat penuh semangat.

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[smartslider3 slider=2]