Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik

Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik

Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik

Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik

       Tentu kia masih ingat bahwa Penjelasan tentang Limbah Organik dan Limbah Anorganik telah kita bahas secara terpisah pada postingan terdahulu, baik tentang pengertian dan jenisnya maupun contoh dari limbah organik ataupun limbah anorganik tersebut. Namun untuk lebih memperjelas tentang limbah organik dan limbah anorganik, maka pada postingan kali ini kita akan membahas tentang  Perbedaan antara Limbah Organik dan Limbah Anorganik. (Baca juga : Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik)

       Sebelum kita membahas perbedaannya, marilah kita mengingat kembali apa itu limbah. Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik/rumah tangga. Di mana masyarakat tinggal, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (green water).

       Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Bila dilihat dari senyawa kimiawinya, limbah terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik. Karena itulah maka Pemerintah sudah banyak menyediakan tempat sampah yang berbeda untuk membuang limbah organik dan anorganik.

       Sayangnya, masyarakat yang belum paham menganggap keduanya sama saja. Berikut merupakan perbedaan mendasar tentang limbah organik dan limbah anorganik yang harus diketahui agar proses pengolahan limbah dapat dilakukan lebih baik. (Baca juga artikel lain pada : Tanpa Guru Hidupku Tidak Bermakna)

  1. Pebedaan berdasarkan Asal Limbah

       Limbah organik berasal dari sesuatu yang bersifat organik. Limbah organik berasal dari makhluk hidup mulai dari manusia, hewan, sampai tumbuhan. Segala hal yang terlepas dari makhluk hidup dan menjadi limbah disebut dengan limbah organik.

       Sedangkan Limbah anorganik berasal dari segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia dan di luar hasil buangan makhluk hidup. Umumnya, limbah anorganik merupakan kumpulan senyawa kimia sintesis.

  1. Perbedaan berdasarkan Kemudahan Dekomposisi Limbah

       Setiap limbah melalui proses dekomposisi atau peruraian. Peruraian limbah melibatkan mikroorganisme seperti bakteri.

       Limbah organik yang berasal dari makhluk hidup lebih mudah untuk diurai oleh mikro organisme.

       Sedangkan limbah anorganik sulit terurai. Akibatnya, proses dekomposisi limbah anorganik membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan limbah organik. Berdasarkan proses dekomposisi tersebut, limbah anorganik menjadi masalah yang lebih besar terkait proses pengolahannya.

  1. Perbedaan berdasarkan Senyawa Penyusun Limbah

       Limbah organik adalah limbah yang memiliki senyawa utama berupa karbon (C). Unsur C tidak hanya ditemui di limbah organik padat dan cair, tetapi juga di limbah gas.

       Sedangkan Limbah anorganik adalah limbah yang senyawa utamanya tidak memiliki unsur karbon (lihat : Kekhasan Atom Karbon). Perbedaan ini tidak bisa dilihat secara langsung dan orang awam akan sedikit kesulitan. (Baca juga artikel lain pada : Persaudaraan Dilandasi Keikhlasan)

  1. Perbedaan berdasarkan Contoh Limbah

       Contoh limbah akan memudahkan dalam melihat perbedaan antara limbah organik dan anorganik. Dengan mengetahui contoh, maka diharapkan masyarakat lebih memahami perbedaan keduanya. Berikut contoh masing-masing limbah organik dan anorganik.

 Contoh Limbah Organik

Sisa makanan (sayur, lauk, nasi, dan buah), Kulit telur, Daun kering, Kulit pohon, Kotoran manusia dan hewan baik padat maupun cair

Contoh Limbah Anorganik

Plastik (botol, kresek, sedotan), Kain, Kaleng dan bahan logam lain.

  1. Perbedaan berdasarkan Pengolahan Limbah

       Pemisahan limbah organik dan anorganik adalah hal yang penting sebelum dilakukan pengolahan. Adanya pemisahan akan mempermudah proses pengolahan yang akan dilakukan.

       Limbah organik biasanya tidak bisa digunakan kembali kecuali mengubah bentuknya. Oleh karena itu, pengolahan limbah organik dilakukan dengan mempercepat proses peruraiannya dan melibatkan mikro organisme. Contohnya adalah mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos.

       Sedangkan Pengolahan limbah anorganik tidak melibatkan mikroorganisme. Limbah anorganik diolah dengan mendaur ulang menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang.

       Itulah postingan tentang Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Perbedaan Limbah Organik dan Limbah Anorganik diatas dapat bermanfaat bagi kita sehingga kita lebih mudah membedakan kedua jenis limbah tersebut. (Baca juga artikel lain pada : Soal PAS PAI Kelas 11 Semester 1)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[smartslider3 slider=2]