Perbedaan Kabupaten dan Kota Madya

Perbedaan Kabupaten dan Kota Madya

Perbedaan Kabupaten dan Kota Madya

Perbedaan Kabupaten dan Kota Madya

       Urutan pemerintahan yang kita ketahui adalah pemerintahan dari tingkatan tertinggi yaitu pemerintahan pusat, pemerintahan daerah tingkat I, pemerintahan daerah tingkat II, pemerintahan kecamatan, hingga yang terendah yaitu pemerintahan desa/kelurahan. (Baca juga : Pancasila Sebagai Dasar Hukum Negara Indonesia)

Namun ketika kita membicarakan pemerintahan daerah tingkat II yaitu kabupaten/Kota adya, kadang-kadang diantara kita masih ada yang masih bingung dengan istilah kabupaten dan/atau kota madya. Untuk itulah dibawah ini akan kita bahas beberapa  Perbedaan Kabupaten dan Kota Madya, antara lain:

  1. Dari aspek kepala pemerintahan, kabupaten dipimpin oleh kepala pemerintahan yang disebut Bupati. Sedangkan kepala pemerintahan pada Kota Madya adalah seorang Wali Kota.
  2. Dari aspek luas wilayah, wilayah pemerintahan daerah kabupaten relatif lebih luas daripada wilayah pemerintahan daerah kota madya. Oleh karenanya, di wilayah kabupaten banyak terdapat desa tertinggal, sementara untuk menjangkau pemerataan pembangunan di seluruh wilayah dibutuhkan anggaran yang lebih besar. (Baca juga artikel lain pada : Kebesaran Tuhan Sungguh Nyata)
  3. Dari aspek kependudukan, kepadatan penduduk di kabupaten lebih rendah daripada kota madya. Kepadatan penduduk menjadi permasalahan bagi pemerintah daerah dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan masalah-masalah sosial.
  4. Dari aspek mata pencaharian penduduk, penduduk kabupaten umumnya bergerak di bidang pertanian atau bersifat agraris, sementara penduduk perkotaan (kota madya) bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Dalam pembuatan kebijakan pembangunan daerah, prioritas di pemerintah daerah kabupaten akan berbeda dengan pemerintah daerah kota, khususnya dalam hal pelaksanaan urusan pilihan di daerah.
  5. Dari aspek struktur pemerintahan, di wilayah kota madya dibentuk kecamatan dan kelurahan, sementara di wilayah kabupaten terdapat kecamatan, kelurahan, dan desa atau kampung. Kecamatan dan kelurahan merupakan bagian dari pemerintah daerah kabupaten dan kota, yang menyatu dalam hal pembuatan kebijakan dan anggaran dengan pemerintah daerah, sementara Desa merupakan daerah otonom tersendiri di wilayah daerah kabupaten, sehingga memiliki anggaran sendiri, termasuk sumber pendapatan yang dialokasikan dari APBD kabupaten. (Baca juga artikel lain pada : Laptop an Example of Report Text)
  6. Dari aspek sosial budaya, penduduk kota (kota madya) memiliki tingkat pendidikan dan kesehatan yang lebih baik daripada kabupaten. Fasilitas pelayanan publik juga lebih baik di kota madya dari pada di kabupaten.
  7. Dari aspek perekonomian, rata-rata Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kabupaten lebih rendah daripada PDRB kota madya. PDRB adalah total nilai barang dan jasa yang diproduksi di wilayah (regional) tertentu dalam waktu tertentu (satu tahun), sehingga merupakan salah satu indikator perekonomian suatu daerah. Hal ini berimplikasi pada proporsi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang dapat dipungut oleh pemerintah daerah. Aktivitas ekonomi dan pendapatan (income) di kota madya juga lebih besar daripada kabupaten.

       Itulah beberapa Perbedaan antara Kabupaten dan Kota Madya ditinjau dari beberapa aspek yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Tentu masih ada perbedaan lain yang dapat membedakan antara keduanya. Semoga postingan kami tentang Perbedaan Kabupaten dan Kota Madya diatas dapat menambah wawasan kita tentang kota madya dan kabupaten. (Baca juga artikel lain pada : PAS Bahasa Inggris Kelas 8 Semester Genap)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *