Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap

Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap

Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap

Seringkali kita tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang terjadi:

apa yang berputar-putar dalam kepalaku dan apa yang bergemuruh di dalam hatimu.

Hanya ada sesuatu yang lain;

semacam kehausan yang mendera tenggorokan kita.

Dan aku gagap dibuatnya.

Sementara kau bisu menahan kata.

Keheningan jadi singgasana kita:

aku raja dan kau ratunya.

(Baca juga : Bersyukur Atas Anugerah Cinta)

Kau tahu, cinta adalah mata air sementara;

keraguan adalah sumbatan-sumbatan yang membuatnya tak mengalir.

Maka yakinkan dirimu dan biarkan aku tahu apa yang kau rasakan.

Yakinkan dirimu dan biarkan aku mendengar apa yang ingin kau ucapkan.

Sebab keterdiaman telah membuatku bosan,

meski rindu tak jadi layu karenanya.

Berhentilah membisu dan katakan sesuatu.

Katakan bahwa ada cinta yang bergemuruh di dalam hatimu.

Meski sesungguhnya kadang faktanya tak seperti itu.

Aku terlanjur tertipu oleh apa yang kureka sendiri;

aku terlanjur mencintai ilusi yang kuciptakan sendiri.

Katakan bahwa rindu yang membawamu ke hadapanku hari ini,

sebagaimana yang lalu-lalu ketika pertama kali kau menawanku.

Pada waktu yang kau tak pernah tahu.

Dalam nyala api yang tak pernah kau raba sama sekali.

(Baca juga puisi lain pada : Cinta Itu Kata Hati Bukan Lembaran Puisi)

Katakan bahwa ada cinta sejati yang mengikat kita di sini.

Meski mungkin faktanya bukan itu yang sebenarnya terjadi.

Sebab aku tanpamu terlanjur api tanpa udara.

Jadi katakanlah yang sebenarnya! Katakanlah!

      Itulah postingan puisi tentang Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga ada manfaat dari postingan tentang Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap diatas. (Baca juga puisi lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Meaning of Friends in Our Mind)

You may also like...

5 Responses

  1. […] (Baca juga : Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap) […]

  2. […] (Baca juga puisi lain pada : Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap) […]

  3. […]       That’s all the poem about Smiling Infectious World we can share for this occasion. Hopefully we can get the amusement of the poem about Smiling Infectious World above. (Also read other poem in Indonesian version at : Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap) […]

  4. […] (Baca juga : Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap) […]

  5. […] (Baca juga puisi lain pada : Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *