Pengertian dan Sejarah Terbentuknya Bintang

Pengertian dan Sejarah Terbentuknya Bintang

Pengertian dan Sejarah Terbentuknya Bintang

Pengertian dan Sejarah Terbentuknya Bintang

       Pada postingan kali ini kami akan melanjutkan pembahasan tentang Tata Surya yang pernah kita bahas sebelumnya. Dalam hal ini kita akan membahas tentang salah satu benda langit yang merupakan anggota Tata Surya, yaitu Bintang. (Baca juga : Pengertian dan Susunan Tata Surya)

Pengertian Bintang

       Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya. Bintang sebenarnya adalah bola gas besar yang memiliki komponen utama hidrogen dan helium. Bintang ada yang mampu menghasilkan cahaya sendiri namun ada juga yang cahayanya dipancarkan dari pantulan bintang lain.

       Bintang yang dapat menghasilkan cahaya sendiri disebut bintang nyata, sedangkan bintang yang tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri disebut bintang semu.Meskipun bintang ada yang tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri, namun secara umum istilah bintang biasanya dipakai untuk benda langit yang menghasilkan cahaya sendiri.

       Secara unun Bintang dapat diartikan sebagai salah satu benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri. Menurut ilmu astronomi, bintang didefinisikan seabagai semua benda massif (bermassa antara 0,08 hingga 200 kali massa matahari) yang sedang atau pernah melakukan pembangkitan energi melalui fusi nuklir. Bintang yang terdekat dengan bumi yakni matahari. (Baca juga artikel lain pada : Ucapan Terima Kasih Untuk Ayah)

Sejarah Terbentuknya Bintang

        Bintang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu kala. Bintang dulunya sering digunakan dalam praktik keagamaan, navigasi dan penentuan kalender. Pada hakikatnya, bintang adalah sebuah bola gas besar yang terbentuk dari gas dan debu.

        Bintang terbentuk di dalam awan molekul, sebuah area yang luas dengan kerapatan yang tinggi. Sebagian besar komponen yang terdapat pada awan ini adalah hidrogen, helium dan beberapa elemen berat lain.

       Proses terbentuknya bintang biasanya diawali dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul. Gangguan ini biasanya dipicu oleh gelombang dari supernova akibat benturan dua galaksi.

       Ketidakstabilan gravitasi ini akan membuat awan yang massanya dapat mencapai ribuan kali massa matahari ini runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri.

       Bintang bintang ini terbentuk secara berkelompok karena awan molekul yang runtuh sangatlah besar, kemudian barulah mereka terpecah menjadi konglomerasi individual.

       Lama kelamaan bintang tersebut akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses ini energi gravitasi akan diubah menjadi energi panas sehingga meningkatkan temperaturnya. (Baca juga artikel lain pada : Ujian Calon Pimpinan Perusahaan)

       Ketika tercapainya kesetimbangan hidrostatik, maka sebuah protobintang akan terbentuk di intinya. Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai angka 10 juta derajat kelvin, maka hidrogen di inti akan menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Proses ini berlangsung selama puluhan juta tahun.

       Apabila kandungan hidrogen di inti bintang habis, maka inti tersebut akan mengecil dan membebaskan energi panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang masih mengandung banyak hidrogen ini akan mengembang dan warnanya menjadi merah.

       Seiring berjalannya waktu bintang tersebut akan menjadi bintang superaksasa merah kemudian membentuk nova hingga akhirnya ia kolaps dan hancur. Bintang yang hancur ini bisa berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung dengan kondisinya.

       Itulah postingan tentang Pengertian dan Sejarah Terbentuknya Bintang yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Pengertian dan Sejarah Terbentuknya Bintang diatas dapat menambah wawasan kita tentang Bintang dalam Tata Surya. (Baca juga artikel lain pada : Soal PAS Bahasa Inggris Kelas 12 Semester 1)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[smartslider3 slider=2]