Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi

Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi

Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi

Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi

       Pelangi memang fenomena alam yang menarik. Saat berpendar, warna-warninya siap bikin kita jatuh hati. Nggak heran, pelangi banyak menginspirasi, mulai dari dijadikan lagu, kue, busana, dan masih banyak lagi. Kita mungkin sering melihat pelangi, terutama bila cahaya matahari cukup kuat dan hujan turun rintik-rintik. Lalu tahukah anda, apa pelangi itu? Dan bagaimana proses terjadinya pelangi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita lihat ulasan berikut ini. (Baca juga : Pengertian dan Proses Terjadinya Kabut)

Pengertian Pelangi

       Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras. (Wikipedia)

       Sedangkan pengertian Pelangi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah lengkung spektrum warna di langit, tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun; bianglala;

Proses Terjadinya Pelangi

Perlu dipahami bahwa ada 4 tahapan dalam proses terjadinya pelangi, yaitu:

  1. Pembiasan Sinar Matahari: Pelangi bisa disebabkan adanya pembiasan sinar matahari dalam hal ini cahaya yang kemudian dibelokkan sehingga berpindah ke arah lain yaitu dari medium pertama ke medium selanjutnya oleh tetesan air hujan yang berasal dari atmosfer. (Baca juga artikel lain pada : Renungan Jenaka untuk Para Remaja)
  2. Cahaya Matahari Ditelwati Tetesan Air: Sewaktu sinar matahari melewati tetesan air hujan maka sinar tersebut akan dibengkokkan sehingga membentuk berbagai macam warna dengan sudut yang berbeda.
  3. Pembelokan Cahaya: Warna pelangi yang berbeda tersebut dihasilkan dari sudut deviasi yang berbeda. (Baca juga artikel lain pada : Lebih Suka Mimpi daripada Menunggu Pagi)
  4. Terbentuk Warna Pelangi: Warna yang pertama kali dibelokkan adalah ungu. Ungu merupakan warna dengan panjang gelombang yang tinggi. Sedangkan warna yang terakhir adalah merah. Urutan yang benar warna pelangi yaitu ungu, nila, kuning, hijua, biru, nila dan merah. Dari warna tersebut maka mata dapat melihat pelangi secara utuh yang disebabkan oleh geometri optis dalam proses penguraian warna.

       Itulah postingan tentang Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi diatas dapat menambah wawasan kita tentang Pengertian Pelangi. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda Materi Cahaya dan Cermin)

You may also like...

2 Responses

  1. […]  A year later, the Dutch East Indies government combined nine districts (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga, and Kampung Baru) into a government called Regentschap Kampung Baru Buitenzorg (Buitenzorg means “without anxiety” or “safe security”). In this area, a Governor-General Palace was built, and in its development the name Buitenzorg was used to designate the areas of Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, up to the peak of Mount Salak, and the peak of Mount Gede. (Also read other article at : Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi) […]

  2. […]        Planet – planet dalam tata surya kita masing-masing menempati orbit mereka sendiri mengelilingi Matahari. Mereka mengorbit dalam bentuk elips, yang berarti jarak mereka dengan matahari bervariasi tergantung di mana mereka berada di orbitnya. Ketika mereka berada dalam posisi terdekatnya dengan Matahari,itu disebut perihelion dan ketika posisi mereka berada paling jauh,itu disebut aphelion. (Baca juga : Pengertian dan Proses Terjadinya Pelangi) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *