Pengertian dan Proses Terjadinya Kabut

Pengertian dan Proses Terjadinya Kabut

Pengertian dan Proses Terjadinya Kabut

Pengertian dan Proses Terjadinya Kabut

      Ketika hawa udara sangat dingin, terutama di pagi hari, kita tentu sering melihat kabut yang menyelimuti sekitar kita. Lalu apa sih kabut itu? Untuk itulah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kabut, baik tentang pengertiannya maupun proses terjadi atau terbentuknya. (Baca juga : Pengertian dan Proses Terjadinya Puting Beliung)

Pengertian Kabut

       Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi merupakan kumpulan tetes-tetes air yang berukuran sangat kecil yang melayang-layang di udara. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembapan mendekati 100%.

       Kabut mirip dengan awan, akan tetapi kabut menyentuh tanah sedangkan awan tidak. Kabut biasanya terlihat didaerah yang dingin atau daerah dataran tinggi.

Proses Terjasinya Kabut

       Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya.

       Uap air yang berada di dekat permukaan tanah membentuk gumpalan yang hampir mirip seperti awan. Kabut tersebut tersusun dari butiran-butiran air yang menguap dari permukaan bumi yang berdiameter kurang dari 0,1 milimeter. Namun , ada juga kabut yang mengandung butiran-butiran air yang diameternya lebih dari 0,1 milimeter. Butiran-butiran air tersebut kemudian mengambang di atmosfer dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter dari permukaan bumi. (Baca juga artikel lain pada : Cerita Indah Hanya Kenangan Manis)

       Kabut dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30o C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m3 , maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20o C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Nah, udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.

       Udara yang berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota- kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer. (Baca juga artikel lain pada : Understanding Meaning of Taqwa)

       Agar kabut terbentuk, uap lembab harus meninggalkan udara dan melakukan proses pengembunan. Saat udara didinginkan, kabut mulai terbentuk. Syarat terbentuknya kabut berikutnya yaitu udara yang sejuk bercampur dengan udara yang kurang sejuk (sebagai akibat dari aliran udara). Jika aliran udaranya rendah, proses pendinginan hanya berlangsung di sekitar permukaan tanah dan membentuk embun. Saat aliran udara meningkat dengan cepatnya, proses pendinginan berlangsung di tempat yang tinggi dan membentuk awan. Jadi, aliran udara yang mencampurkan udara dingin ke udara yang lebih hangat harus mengalir secara perlahan agar kabut terbentuk.

       Itulah postingan kami tentang Pengertian dan Proses Terjadinya Kabut yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Pengertian dan Proses Terjadi atau terbentyknya Kabut diatas dapat menambah wawasan kita tentang kabut. (Baca juga artikel lain pada : Soal USBN PKn SMA Bagian 2)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *