Pengertian dan Proses Terjadinya Angin Muson

Pengertian dan Proses Terjadinya Angin Muson

Pengertian dan Proses Terjadinya Angin Muson

Pengertian dan Proses Terjadinya Angin Muson

       Sebelum kita membahas tentang pengertian angin Muson maupun proses terjadinya, marilah terlebih dahulu kita memahami tentang apa itu angin. Pada dasarnya Angin adalah berupa udara yang bergerak. Sedangkan penyebab udara bergerak karena adanya perbedaan tekanan dari tempat yang satu dengan tempat yang lain. Udara akan bergerak dari udara yang bertekanan tinggi ke tempat udara yang bertekanan rendah. (Baca juga : Pengertian dan Macam-macam Angin Fohn)

      Ada juga yang mengatakan bahwa udara bergerak karena adanya rotasi bumi. Rotasi bumi juga menjadi penyebab terjadinya perbedaan tekanan udara. Intinya rotasi bumi menyebabkan perbedaan suhu, suhu yang panas (siang) akan menyebabkan tekanan udara rendah, begitu juga sebaliknya. Perbedaan udara dalam skala besar yang sudah melibatkan antar benua dan samudra, yang juga disebabkan oleh perbedaan posisi bumi terhadap matahari.

      Dari perbedaan – perbedaan itulah sehingga timbullah jenis – jenis angin yang berbeda, salah satunya adalah jenis angin Muson yang akan kita bahas dalam postingan kali ini.

Pengertian Angin Muson

       Kata “ muson ” berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab ( mosem ) yang berarti musim. Angin muson biasanya merujuk pada perubahan musiman arah angin di sepanjang pesisir Samudera Hindia, khususnya di laut Arab, yang bertiup dari barat daya di India dan wilayah-wilayah disekitarnya untuk setengah tahun dan dari timur laut untuk setengah tahun lainnya.

       Dari gambaran tersebut diatas, maka Angin Muson merupakan gerakan massa udara yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara yang mencolok antara daratan (benua) dan juga samudera. (Baca juga artikel lain pada : Guru Sosok Pendorong Perjuangan)

       Angin muson adalah angin yang berubah secara periodic setiap enam bulan sekali. Pada bulan Mei-Oktober, ketika matahari sedang di sekitar garis balik udara (23,5 derajat Lintang Utara), Kawasan benua Asia mengalami penyinaran yang maksimal sehingga suhu udara di Asia menjadi sangat tinggi. Angin bertiup dari kawasan Australia yang bertekanan maksumum menuju kawasan yang bertekanan minimum. Angin ini membawa sedikit uap air yang mengakibatkan terjadinya musim kemarau di Indonesia. Angin penyebab musim kemarau disebut angin muson timur.

       Sebalinya pada bulan November-April, ketika matahari sedang berada di sekitar garis balik selaan (23,5 derajat Lintang Selatan) kawasan Benua Australia mengalami penyinaran yang maksimal sehingga suhu udara Australia menjadi sangat tinggi. Angin bertiup dari kawasan Asia yang bertekanan maksimum menuju kawasan Australia yang bertekanan minimum. Angin ini membawa banyak uap air yang mengakibatkan terjadinya musim hujan di Indonesia. Angin penyebab musim hujan disebut angin muson barat.

Proses Terjadinya Angin Muson

       Proses terjadinya angin muson itu sendiri dipengaruhi oleh keberadaan dua benua di dunia yang berada di belahan bumi utara dan juga belahan bumi selatan yang mengapit dua samudera. Sebagai contoh adalah Benua Asia (bagian utara) dan Benua Australia (bagian selatan) yang kemudian mengapit dua samudera, yakni Samudera Hindia dan juga bagian barat daya Samudera Pasifik.

  1. Angin muson terjadi karena daratan mulai menghangat dan juga menyejuk lebih cepat daripada di air. Hal yang demikian menyebabkan suhu udara di darat lebih panas daripada di laut pada musim panas. Udara yang panas di daratan biasanya akan berkembang naik dan sekaligus hal ini akan menciptakan daerah bertekanan rendah. Hal ini akan menciptakan sebuah angin yang sangat konstan yang bertiup ke arah daratan. . (Baca juga artikel lain pada : Procedure Text How to Make Jam Bread)
  2. Pada masa- masa ini curah hujan yang terkait disebabkan udara laut yang terasa lembab yag kemudian dialihkan ke arah pegunungan, yang juga kemudian akan menyebabkan suatu pendinginan, dan kemudian menyebabkan suatu pengembunan.
  3. Kemudian pada musim dingin, udara yang berada di darat akan menjadi lebih sejuk dengan cepat, namun udara panas di laut akan bertahan lebih lama. Udara panas yang berada di atas laut akan berkembang naik, kemudian mencipakan daerah yang bertekanan rendah dan angin yang sepoi- sepoi dari arah daratan ke arah lautan.
  4. Karena adanya perbedaan suhu antara lauta dan juga daratan leboh kecil dibandingkan saat mudim panas, maka angin muson yang bertipu ketikan musim dingin tidak begitu konstan. Angin muson ini mirip dengan angin laut, namun memiliki ukuran yang lebih besar, lebih kuat, dan juga lebih konstan.
  5. Di wilayah atau daerah tropis, terjadinya angin muson dipengaruhi oleh adanya perbedaan sinar matahari. Pada bulan Juli, matahari sedang berada di sekitar garis lintang balik utara atau 23,5 LU, dan pada saat itu benua Asia mendapatkan penyinara yang maksimal. Oleh karena hal itu, suhu udara di benua Asia sangatlah tinggi melebihi suhu udara yang ada di samudera.

       Itulah postingan tentang Pengertian dan Proses Terjadinya Angin Muson yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Pengertian dan Proses Terjadinya Angin Muson diatas dapat menambah wawasan kita tentang Angin. (Baca juga artikel lain pada : Soal PTS PAI Kelas 7 Semester 1)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[smartslider3 slider=2]