Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi

Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi

Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi

Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi

       Dalam pelajaran geografi, kita pernah mendaptkan pelajaran dengan materi transmigrasi. Lalu apakah transmigrasi itu? Dan apa saja jenis-jenis transmigrasi itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dibawah ini akan kita bahas tentang Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi. (Baca juga : Pengertian dan Jenis-Jenis Migrasi)

Pengertian Transmigrasi

        Pengertian Transmigrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perpindahan penduduk dari satu daerah (pulau) yang berpenduduk padat ke daerah (pulau) lain yang berpenduduk jarang.

       Pengertian transmigrasi menurut H.J.Heeren (1979: 6), adalah perpindahan, dalam hal ini memindahkan orang dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya dalam batas negara dalam rangka kebijaksanaan nasional untuk tercapainya penyebaran penduduk yang lebih seimbang.

       Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 Tentang Ketransmigrasian bahwa pengertian transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di kawasan transmigrasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dalam suatu wilayah yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan tujuan pemeratan penduduk serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jenis-Jenis Transmigrasi

       Sejalan dengan makna filosofis yang melatarbelakangi, transmigrasi merupakan bentuk pembangunan yang demokratis dan menempatkan HAM sebagai landasan pelaksanaanya. Artinya, keikutsertaan masyarakat dalam Program Transmigrasi didasarkan pada prinsip sukarela dan dapat memilih jenis serta pola usaha yang sesuai dengan aspirasi dan kemampuan masing-masing. Untuk memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih, maka Mirwanto Manuwiyoto (2004: 41) membagi transmigrasi menjadi tiga jenis antara lain:

  1. Transmigrasi Umum (TU), yaitu jenis transmigrasi yang sepenuhnya diselenggarakan oleh Pemerintah. Artinya, keseluruhan proses pelaksanaan transmigrasi (proses perpindahan, penyediaan ruang, dan pemberdayaan) menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan transmigran mendapat bantuan bila perlu mendapat subsidi dari Pemerintah. (Baca juga artikel lain pada : Rindu Menanti Bersama Air Hujan)
  2. Transmigrasi Swakarsa Berbantuan (TSB), yaitu transmigrasi yang dirancang oleh Pemerintah dan dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Usaha. Peranan Pemerintah adalah membantu dalam batas tertentu agar kemitrausahaan Badan Usaha dengan transmigran berjalan setara, adil dan berkesinambungan, agar kedua pihak saling memeperoleh keuntungan.
  3. Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM), yaitu jenis transmigrasi yang sepenuhnya merupakan prakarsa transmigran yang dilakukan secara perseorangan atau kelompok, baik melalui kerjasama dengan Badan Usaha maupun sepenuhnya dikembangkan oleh transmigran yang bersangkutan.

Selanjutnya pada masa Orde Baru transmigrasi dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:

  1. Transmigrasi Umum (TU), yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah (umumnya pola tanaman pangan di lahan kering dan di lahan basah).
  2. Transmigrasi Swakarsa Berbantuan (TSB), yang sebagian dibiayai oleh pemerintah (umumnya untuk prasarana), dan sebagian lagi dibiayai oeh Pengusaha melalui Kredit Koprasi Para Anggota (KKPA).
  3. Transmigrasi Swakrsa Mandiri (TSM), yang dibiayai sepenuhnya oleh transmigran, sedangkan pemerintah menyediakan lahan seluas dua hektar/Kepala Keluarga.
  4. Transmigrasi Pola Agro Estate (PIR-Trans Mandiri) yang merupakan bentuk perkebunan yang dikelola secara agribisnis.

Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi dapat dibedakan menjadi berikut ini.

  1. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang dilakukan melalui program pemerintah. Biaya transmigrasi ditanggung pemerintah, termasuk penyediaan lahan pertanian dan biaya hidup untuk beberapa bulan. (Baca juga artikel lain pada : Escape from Airplane Accident)
  2. Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang dilakukan atas kesadaran dan biaya sendiri (swakarsa).
  3. Transmigrasi sektoral, yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antara pemerintah daerah asal dan pemerintah daerah tujuan transmigrasi.
  4. Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan terhadap satu desa atau daerah secara bersama-sama. Transmigrasi ini dilakukan karena beberapa faktor, antara lain:

a. Daerah asal terkena pembangunan  proyek  pemerintah,       misalnya pembangunan waduk yang luas; atau

b. Daerah asal merupakan kawasan bencana, sehingga masyarakat yang ada di dalamnya harus dipindahkan.

       Itulah postingan tentang Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Pengertian dan Jenis-Jenis Transmigrasi diatas dapat menambah wawasan kita tentang Transmigrasi. (Baca juga artikel lain pada : Soal PTS Seni Budaya Kelas 7 Semester 1)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *