Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik

Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik

Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik

Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik

       Sebagaimana telah kita bahas dalam postingan sebelumnya bahwa Limbah adalah sisa buangan hasil dari sebuah proses produksi baik dari industri ataupun domestik. Jadi, limbah merupakan barang sisa yang sudah tidak dapat digunakan atau tidak memiliki nilai lagi. Dan Limbah dibagi menjadi dua jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Dari keduanya memiliki perbedaan tersendiri. (Baca juga : Pengertian dan Macam-macam Kerajinan Bahan Lunak)

Untuk kali ini yang akam kita bahas adalah Pengertian limbah anorganik beserta jenis – jenisnya.

Pengertian Limbah Anorganik

       Limbah anorganik adalah sampah yang tersusun dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama, limbah anorganik biasanya terbuat dari bahan yang tidak dapat diperbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau proses industri.

Contoh paling mudah ditemukan dari limbah anorganik adalah:

  • Sampah plastik
  • Sisa sabun
  • Kain bekas
  • Tumpahan minyak
  • Oli bekas motor atau mobil
  • Ember rusak
  • dan berbagai sampah logam

Dari beberapa contoh tersebut diatas maka dapat dikelompokkan berdasarkan jenis – jenisnya sebagai berikut:

A). Limbah anorganik lunak

       Limbah anorganik lunak adalah limbah yang terdiri dari kandungan bahan yang lentur dan mudah dibentuk atau diolah secara sederhana. (Baca juga artikel lain pada : Segenap Rasa Bukan Sekedar Kata)

Berikut yang tergolong Limbah anorganik lunak:

1). Limbah plastik

Contoh: bungkus makanan, sedotan, botol, dan lain- lain.

2). Limbah kemasan minuman maupun makanan.

Contoh: botol, bungkus makanan, bungkus minuman, dan lain- lain.

3). Limbah kain perca.

Contoh: sisa kain perca.

B). Limbah anorganik keras

       Limbah anorganik keras adalah sampah yang tersusun dari bahan- bahan yang keras dan tidak mudah dihancurkan. (Baca juga artikel lain pada : Conversation at the Bus Stop)

Berikut yang tergolong Limbah anorganik keras:

1). Limbah kaleng

Contoh: kaleng minuman, kaleng makanan, dan lain- lain

2). Limbah kaca

Contoh: sisa penggunaan kaca rumah, kaca lampu, dan lain- lain.

      Agar bisa menaikkan nilai manfaat dan ekonomi sampah, harus adanya pengolahan alam masyarakat, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan membuat step by step dalam pengolahan sampah anorganik. Langkah- langkah:

– Penerimaan.

– Pemilahan.

– Pencacahan.

– Pencucian.

– Pengeringan.

– Daur ulang.

– Pengemasan.

– Penympanan.

       Dan juga perlu adanya ide- ide kreatif agar bisa membuat limbah tersebut menjadi menarik untuk dilihat.

       Itulah postingan materi prakarya tentang Pengertian dan Jenis-Jenis Limbah Anorganik yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Pengertian Limbah Anorganik diatas dapat bermanfaat bagi kita untuk manambah wawasan kita tentang limbah anorganik. (Baca juga artikel lain pada : Soal PAS Biologi Kelas 12 Semester 1)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *