Pengertian dan Contoh Majas Epifora

Pengertian dan Contoh Majas Epifora

Pengertian dan Contoh Majas Epifora

Pengertian dan Contoh Majas Epifora

       Sebagaimana pada postingan terdahulu kita telah membahas tentang jenis – jenis atau macam – macam majas, maka pada postingan kali ini kita akan membahas salah satu jenis majas dalam Bahasa Indonesia yaitu tentang Majas Epifora, dalam hal ini yang akan kita bahas adalah pengertian Majas Epifora beserta contohnya. (Baca juga : Pengertian dan Contoh Majas Eufimisme)

Pengertian Majas Epifora

       Majas epifora Epifora majas yang berisi pengulangan kata atau frasa terakhir pada suatu kalimat ataupun pada baris puisi. Hal ini berbeda dengan majas anafora yang dimana majas tersebut berisi pengulangan kata atau frasa awal pada suatu kalimat ataupun pada baris puisi. Di artikel ini akan ditampilkan secara khusus contoh majas epifora yang terkandung di dalam suatu kalimat ataupun puisi.

Contoh majas epifora dalam kalimat :

  1. Bebaskan aku, Lepaskan aku, Lupakan aku, Hapuslah aku.
  2. Aku datang ketika kau tidur, Ibu pulang ketika kau tidur, Dan aku pergi kau masih tetap tidur.
  3. Cintaku hanya untuk kamu, Ku tak bisa hidup tanpa kamu, Ku ingin tetap bersama kamu.
  4. Hidupku ini hanya mimpi, Khayalku ini hanya dalam mimpi, Inginku tak akan jadi nyata karena hanya mimpi.
  5. Biarkan aku mencarinya, Bebaskan aku mencarinya, Izinkan aku mencarinya.
  6. Jangan sampai kita lupa, Anak bodoh sukanya lupa, Terlalu kaya jadinya lupa, Maka jangan jadi orang pelupa.
  7. Aku ada tanpa kau minta, Cintaku untukmu tanpa kau minta, Aku datang tanpa kau minta, Dan aku akan perg tanpa kau minta.
  8. Pagi-pagi berangkat ke sekolah, Ibu dari pasar lewati sekolah, Bermain layangan di halaman sekolah.
  9. Sebelum beraktifitas tak lupa makan, Ketika sibuk jangan lupa makan, Karena sakit karena lupa makan. 
  10. Ketika mobil berjalan mundur, Kehidupan juga melaju mundur, Karena semua juga ikut-ikutan mundur.
  11. Saat kalah tetaplah berjalan, Untuk menuju sukses mulailah berjalan, Tapi jangan sampai berhenti saat berjalan. (Baca juga artikel lain pada : Dunia Menjebak Hati Insan yang Beriman)
  12. Memang kita anak muda, Tanggung jawab untuk anak muda, Masa depan ditangan anak muda, Ayolah belajar dan bekerja keras wahai anak muda.
  13. Untuk melihat memakai mata, Memahami gunakan mata, Menilai sesuatu memakai mata, Berjalan juga pakai mata, Jangan sampai tingkah kita butakan mata.
  14. Ketika malam turun hujan, Hingga pagi masih hujan, Seharian bumi terkena hujan, Banjir dimana-mana setelah hujan.
  15. Pohon ambruk disebut tumbang. Tak sehat badan akhirnya tumbang. Jatuh ke tanah namanya tumbang.
  16. Jangan buat ku terluka, Jika kamu tak mau terluka, Jangan sampai buat orang lain terluka.
  17. Hari bahagia semua suka, Makan enak makanan yang di suka, Berteman banyak hatinya suka, Hidup ini marilah hilangkan duka mari suka-suka.
  18. Dalam hidup jangan banyak berharap, Karena kita nanti selalu berharap, Jika nanti lelah berharap, Kelak kita tak lagi berharap.
  19. Harapan hilang dan juga sirna, Putus cinta kasihnya sirna, Dalam gelap cahaya ikut sirna, Bukan hanya harapan yang bisa sirna.
  20. Anak muda harapan bangsa, Untuk memajukan kehidupan bangsa, Mencapai kesejahteraan bangsa, Yang dijadikan tujuan berbangsa.
  21. Tunggulah aku sebab aku akan datang, nantikan aku karena aku akan datang, jangan pergi dulu karena aku akan datang.
  22. Jangan khawatir karena dia pasti akan kembali, jangan resah sebab dia pasti akan kembali, dan jangan takut karena dia pasti akan kembali.
  23. Sungguh aku menyayangimu, tidak akan berhenti menyayangimu, dan akan terus menyayangimu.
  24. Ibu sedang membereskan rumah saat Ayah sedang di kantor, aku sedang kuliah saat Ayah sedang di kantor, sementara adikku sedang belajar di sekolah saat Ayah sedang di kantor.
  25. Di pagi hari Ayah meminum kopi, di malam hari Ayah juga minum kopi, bahkan saat hujan pun Ayah pasti meminum kopi.
  26. Kata pujangga, hidup akan hambar tanpa cinta, hidup akan berwarna oleh cinta, dan kita pun hidup karena cinta. (Baca juga artikel lain pada : Smart Beautiful Lady Trick)
  27. Izinkanlah aku bertamasya, jangan halangiku bertamasya, karena aku ingin sekali bertamasya.

Contoh majas epifora dalam puisi :

Contoh 1

Darimu Tuhan

Hidup ini kuasa-Mu Tuhan.

Jalan takdirku dari-Mu Tuhan.

Suka dan duka dari-Mu Tuhan.

Matiku pula kuasa-Mu Tuhan.

Hidup dan matiku ku serahkan pada-Mu Tuhan

Contoh 2:

Apakah janji-janji yang kau ucap telah engkau lupakan, tuan pejabat?

Apakah sumpah setia yang kau ucap telah engkau nafikan, tuan pejabat?

Haruskah engkau terus kami ingatkan, tuan pejabat?

Mau sampai kapan kau begitu, tuan pejabat?

Mau sampai kapan kami ingatkan, tuan pejabat?

Ingatlah pada janji dan sumpahmu, dan laksanakan tugas yang engkau ampu,

Atau kami akan menghampirimu, memintamu lengser dari kursimu.

Contoh 3

Hilang

Jangan kamu pernah menghilang.

Karena aku tak kan menghilang.

Jika memang nanti aku menghilang.

Atau kamu yang akan menghilang.

Tapi jangan sampai cinta kita menghilang

Contoh 4

Hidup terasa hambar tanpa cinta

Hari tak berwarna tanpa cinta

Kita pun tercipta karena cinta

Cinta yang terpancar dari Dia Sang Maha Cinta

Karena itu hidup perlu ada cinta

Karena semua ‘kan bermakna karena cinta

Karena semua ‘tlah tercipta karena Cinta.

        Itulah postingan pelajaran Bahasa Indonesia pada Materi Majas (Gaya Bahasa) tentang Pengertian dan Contoh Majas Epifora yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan materi tentang Pengertian dan Contoh Majas Epifora diatas dapat bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang Majas atau gaya Bahasa. (Baca juga artikel lain pada : Soal Seni Rupa 3 Dimensi)

You may also like...

1 Response

  1. […]  Raden Pandarang used to remember his father’s messages. (Also read other article at : Pengertian dan Contoh Majas Epifora) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *