Murid Mengendarai Sepeda dan Guru

Murid Mengendarai Sepeda dan Guru

Murid Mengendarai Sepeda dan Guru

      Suatu ketika seorang guru melihat lima muridnya kembali dari pasar dengan mengendarai sepeda mereka. Ketika mereka berpapasan dengan guru mereka, maka mereka turun dari sepeda mereka, sang guru lalu menghampiri dan mulai bertanya kepada kelima muridnya. (baca juga : Keledai dalam Sumur Tua)

“Kenapa kamu suka mengendarai sepeda kamu?” Tanya sang guru pada murid kesatu.

Murid pertama menjawab, “Sepeda ini meringankan beban saya, Pak guru. Sepeda ini bisa membawa barang bawaan saya, seperti karung yang berisi kentang ini. Saya sangat senang karena tidak harus memikulnya di pundak!”

Sang guru memuji si murid kesatu dengan berkata, “Kamu memang anak yang pintar, kelak kalau kamu sudah tua, kamu tidak akan berjalan dengan tubuh yang bungkuk, karena kamu jarang memikul banyak beban seperti aku.”

Lalu sang guru bertanya pada murid kedua, Mengapa kamu suka naik sepeda kamu?”

Murid kedua menjawab, “Saya suka melihat pepohonan dan pemandangan yang muncul bergantian seiring aku mengayuh sepedaku.”

Sang guru membalas, “Dewasa nanti matamu akan terbuka dan kamu akan melihat dunia.”

Sang guru kemudian bertanya pada murid ketiga, “Dan kamu?”

Murid ketiga menjawab, “Dengan bersepeda saya merasakan senandung kedamaian di dalam hatiku.”

Sang guru memberi pujian kepada murid ketiga. “Kelak kamu akan menjadi orang yang pikiran dan jiwanya selalu berputar dengan roda perdamaian.”

Kemudian sang guru bertanya pada murid keempat, “sedangkan kenapa kamu suka mengendarai sepeda?”

Murid keempat menjawab, “Dengan bersepeda, saya selalu merasa hidup dalam harmoni bersama semua mahluk yanig ada di dunia.”

Sang guru sangat senang mendengarnya dan berkata,”Kelak nanti kamu akan berjalan di jalan harapan tanpa menemukan kerugian sediktpun.”

Giliran murid kelima ditanya gurunya dengan pertanyaan yang sama.

Murid kelima menjawab, “Saya suka bersepeda,….. dan saya bersepeda untuk bersepeda.. itu saja!!”

Sang guru mendekat dan duduk dikaki murid kelima, dan berkata, “Kamu hebat. Aku adalah muridmu.!!”  

      Itulah postingan kami tentang Murid Mengendarai Sepeda dan Guru yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Murid Mengendarai Sepeda dan Guru diatas dapat menjadi bahan renungan kita. (baca cerita lain dalam versi bahasa Inggris pada : Man in Loving Money Too Much)

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *