Merpati dan Burung Hantu

Merpati dan Burung Hantu

Merpati dan Burung Hantu

      Pada suatu ketika ada seekor burung hantu yang sedang menempuh perjalanan jauh untuk pindah ke hutan lain. Dalam perjalanan panjang ini, dia bertemu dengan seekor burung merpati. Ketika mendapati bahwa burung hantu terbang dalam keadaan tergesa-gesa, si burung merpati merasa heran, lalu burung merpati berkata kepada burung hantu, “Hai, Burung Hantu! Kamu akan pergi kemana sehingga kamu nampak tergesa-gesa?” (Baca juga : Cinta Bertepuk Sebelah Tangan)

      Burung hantu yang mendengar suara burung merpati lalu berputar sejenak di angkasa, kemudian menjawab, ”Aiih! Aku merasa terlalu sulit untuk bergaul dengan para tetangga daerah ini. Kamu kan tahu bahwa aku memiliki bakat bernyanyi, jika malam tiba, aku sangat suka bersenandung. Tapi,  sepertinya mereka semua tidak suka mendengar suara senandungku. Apa boleh buat? Lebih baik aku meninggalkan tempat ini saja dan pindah ke hutan lain!”

      Setelah mendengar penjelasan dari sang burung hantu itu, burung merpati lalu berkata, ”Burung Hantu, kami tahu bahwa kamu telah tinggal di sini puluhan tahun lamanya dan semua tetangga kiri dan kananmu telah mengenalmu. Mengapa kamu harus pindah ke tempat lain yang tentunya masih asing bagi kamu. Apakah kamu yakin bahwa tetangga barumu akan menyukai suaramu?”

      Burung merpati melanjutkan perkataannya, “Menurutku, lebih baik kamu ubah sedikit nada suara nyanyian kamu. Para tetangga pasti akan menyukainya. Jika kamu tidak begitu, kemana pun kamu pergi, maka sama saja. Kamu akan tetap tidak disukai.”

      Mendengar penuturan dan nasihat dari burung merpati, dengan malu burung hantu menundukkan kepalanya. Dia merasa bahwa apa yang telah dikatakan oleh burung merpati tersebut adalah benar. Tak lama kemudian, ia terlihat terbang kembali menuju rumahnya di hutan Lama. (Baca juga cerpen lain dalam versi bahasa Inggris pada : Seven Girls and a Witch)

      Pembaca yang tercinta, dari cerita tentang Merpati dan Burung Hantu diatas, kita dapat mengambil hikmah bahwa hendaknya kita instropeksi diri ketika menghadapi permasalahan dengan orang-orang di sekitar kita. Kita seharusnya tidak serta merta menyalahkan mereka. Jika kita hanya menyalahkan orang lain atas segala permasalahan kita maka kemanapun dan dimanapun kita berada, maka kita tidak akan pernah disukai orang lain.

      Itulah postingan cerita tentang Merpati dan Burung Hantu yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga cerita tentang Merpati dan Burung Hantu diatas dapat bermanfaat. (Baca juga cerpen lain dalam versi bahasa Inggris pada : When Faith is Individual)

You may also like...

4 Responses

  1. […]        That’s all the post of inspiring story about Your Mouth Your Tiger which it has been sent by one of our friends. Hopefully this inspiring story can amuse us. (Also read other story in Indonesian version at : Merpati dan Burung Hantu) […]

  2. […] itu? jawabannya adalah IYA. Berarti saya belum bisa melupakannya. (Baca juga artikel lain pada : Merpati dan Burung Hantu)       Sedih tidak harus punya alasan mengapa ataupun kenapa. Saat sesuatu hilang dalam hidup […]

  3. […]       Entah apakah nanti apa yang terjadi pada diriku dan dirimu, apakah kita mampu bersama ataukah aku dan dirimu akan jatuh ke jurang kegagalan. Itu adalah kuasanyaNya dan urusanku. Seberapa lama aku melangkah, seberapa jauh aku berlari, seberapa sering aku terpeleset, seberapa sering aku  terjatuh dan seberapa banyak luka yang menggoresku. Sudah ku bilang hanya aku yang merasakan dan Allah yang memutuskan. (Baca juga artikel lain pada : Merpati dan Burung Hantu) […]

  4. […]       Setiap malam Virly habiskan waktu di pangkuan sepi di suatu taman dimana ia mengukirkan kisah cintanya. Tempat itu satu-satunya yang menjadi kenangan dan peraduannya di antara siang dan malam. Ia sebut taman itu sebagai Taman Sepi Perusak Cinta. Nama itu ia gunakan sebagai nama yang diambil dari kesepiannya mulai sejak Rangga, kekasihnya meninggalkan dia. Tidak seorangpun yang tahu tentang taman itu. Hanya Rangga yang kini jauh yang tahu tentang taman itu berada. Sebab, dia yang mengajaknya dulu ke sana sejak perayaan ulang tahun Virly. (Baca juga : Merpati dan Burung Hantu) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *