Menjemput Lukisan Malam

Menjemput Lukisan Malam

Menjemput Lukisan Malam

Ketika gelap menyapa alam,

Langkah kaki menuju peraduan,

Dengan perlahan ku rebahkan badan,

Mata pun mulai terpejam,

Namun pandang ini menjadi begitu terang,

Sebagaimana mimpi menggantung diujung malam.

(Baca juga : Kebodohan Atas Nama Cinta)

Lautan emosi yang menyelimuti diri

Dan samodra ambisi yang membungkus jiwa

Aku berbaring bersinggasanakan malam,

Badan membujur berpayung langit,

Dengan surga yang tak kembali terlukiskan

Ketika kesempurnaan yang tergambarkan berangsur hilang,

Rangkaian bintang hilang terangnya,

Bulan redupkan senyumnya,

Awan ingsutkan gumpalannya,

Dan angin hentikan desirannya.

Ditemani gemerlapnya melodi sunyi

Disajikan irama binatang malam dibalik sepi,

Seakan membelah indahnya langit malam,

Dan tak dapat mata ini memandang kembali indahnya.

(Baca juga puisi lain pada : Kau Mampu Mengetuk Pintu Hati Ku)

Temukan aku terlepas,

pikir ini terbang melayang

tubuh tak dapat mengerti pikir ini

dan pikirpun tak dapat mengenal tubuh ini

aku terus berlari mencari di sebuah khayalan,

akan sebuah harapan

yang tak lelah ku rangkai

Waktu ini tak berujung, tak terelakan

di tengah rajutan malam tak bercelah, terus menanti,

dan hanya bisa menunggu

datangnya pagi kembali, menjemput lukisan malam.

      Itulah postingan puisi tentang Menjemput Lukisan Malam yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga anda semua dapat menikmati puisi tentang Menjemput Lukisan Malam dan memahaminya. (Baca juga artikel lain pada : Perjalanan Panjang untuk Mencapai Keberhasilan)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[smartslider3 slider=2]