Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet

Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet

Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet

Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet

       Ketupat (KUPAT) tidak lepas dari perayaan Idul Fitri, terutama di wilayah pulau Jawa bahkan sudah menjadi budaya di tanah air. Di mana ada ucapan selamat Idul Fitri tertera gambar dua buah ketupat atau lebih. Tradisi ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, menjadikan ketupat sebagai simbol perayaan hari raya umat Islam sejak masa pemerintahan Demak dibawah kepemimpinan Raden Patah di awal abad ke-15. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA (setelah), yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. (Baca juga : Jangan Biarkan Pintu Surga Tertutup)

Arti Kata Ketupat.

Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.

Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat.

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Laku Papat.

  1. Lebaran.
  2. Luberan.
  3. Leburan.
  4. Laburan.

Lebaran.

Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. (Baca juga artikel lain pada : Jangan Sedih menghadapi Beban Hdup)

Luberan.

Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.

Pengeluaran zakat fitrah.

Leburan.

Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan.

Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding. (Baca juga artikel lain pada : Tear of Crying Mother)

Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT – LEPET

KUPAT

Kenapa mesti dibungkus janur?

Janur, diambil dari bahasa Arab “Ja’a nur” (telah datang cahaya).

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.

Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.

Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja’a nur).

LEPET

Lepet = silep kang rapet.

Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.

Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

       Itulah postingan tentang arti dan Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami tentang Makna Dibalik Filosofi Ketupat Lepet diatas dapat menambah wawasan dan khasanah kita tentang hari raya Ketupat. (Baca juga artikel lain pada : Soal Pilihan Ganda tentang Bunyi)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *