Kesombongan Yang Membawa Petaka

Kesombongan Yang Membawa Petaka

Kesombongan Yang Membawa Petaka

      Pada suatu hari di hutan belantara seekor singa bangun dari tidur dan merasakan bahwa kondisinya lebih baik dari yang dia pernah rasa sebelumnya. Dia merasa sangat kekar dan sehat dia berfikir bahwa dia bisa mengalahkan siapapun di dunia. Lalu dia berdiri dengan bangga dan membusungkan dada, lalu si singa pergi berkeliaran di hutan belantara. (Baca juga : Taman Sepi Perusak Cinta)

Dalam perjalanan dia bertemu dengan ular dan si singa berhenti.

“Siapakah raja hutan?” Tanya si singa kepada ular.

“Kamu, tentunya,” jawab si ular dan segera pergi.

Si singa tersenyum kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di sebuah kolam, si singa bertemu dengan buaya.

“Siapa raja hutan?” Tanya si singa kepada buaya.

“Kenapa, tentu raja hutan itu adalah kamu,” kata si buaya dan masuk ke dalam kedalaman air.

      Si singan makin membanggakan diri. Sepanjang pagi dalam perjalanan, si singa selalu bertanya pada hewan yang ditemui, dan semua hewan yang ditanya selalu menjawab bahwa si singalah sebagai raja hutan.

      Pada tengah hari si singa bertemu dengan seekor gajah yang sedang istirahat santai. Lalu si singa bertanya dengan membanggakan diri.

“Siapa raja hutan? Tentu aku kan?” Tanya si singa penuh kebanggaan.

“Bukan, raja hutan bukan kamu.” Jawab si gajah seenaknya.

“Apa kamu bilang? Bukan aku? Apakah itu berarti kamu sang raja hutan, Hah?” Tanya si singa marah.

“Bukan aku.” Jawab si gajah santai.

      Tiba-tiba si singa menyerang si gajah. Namun si gajah langsung melilitkan belalainya ketubuh si singa dan mengangkat si singa dengan gadingnya, melemparkan singa ke udara, dan kemudian si singa jatuh ke tanah. (Baca juga cerita lain pada : Harapan Dan Doa Vea Marisya)

      Dalam keadaan kesakitan, si singa erusaha menyerang si gajah lagi, namun si gajah langsung mengangkat si singa dengan gadingnya dan melemparkan si singa tersebut sehingga menipa poshon besar.

      Si singa mengerang sesaat dengan tubuhnya yang babak belur dan kedua kaki belakangnya patah. Si singa berusaha bangkit. Dengan terseok-seok, si singa berusaha berjalan meninggalkan si gajah yang berkata, “Tidak perlu marah hanya karena kamu tidak tahu jawabannya.” 

      Itulah postingan cerita tentang Kesombongan Yang Membawa Petaka yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengmbil hikmah dari cerita tentang Kesombongan Yang Membawa Petaka diatas.  (Baca juga cerita lain dalam versi Bahasa Inggris pada : The Eagle Who Lived Like a Hen)

You may also like...

1 Response

  1. […]       By watching the following video, we can get information about the example of narrative text in form of speaking and performance. (Also read other story in Indonesian version at : Kesombongan Yang Membawa Petaka) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *