"> Kebodohan Atas Nama Cinta - Berbagi itu Indah

Kebodohan Atas Nama Cinta

Kebodohan Atas Nama Cinta

Kebodohan Atas Nama Cinta

Sejenak aku terpaku dalam diam

Timbul keakuanku yang mulai berfikir.

Bahwa diri ini hanyalah orang bodoh yg hidup dalam kelamnya dunia.

Terkoyakkan oleh kerasnya kerikil kehidupan.

Tergoreskan oleh goresan duri keadaan.

Diri ini tak bisa tegar menghadapi ombak dan gelombang di jalanan menuju masa depan.

(Baca juga : Aku terserah pada Pencipta ku)

Benar kata dia yang disana, . . . . .

Bahwa diri ini hanyalah selembar daun kering yg terombang ambing angin kemanapun ia berlari.

tentang cinta memang tak luput dari nafsu birahi lelaki atau wanita.

Aku di dalamnya menyimpan banyak pertanyaan yang menggondok tanpa bisa bicara.

Dia lelaki biadab ataukah lelaki bagai malaikat?

Serigala berbulu domba pun sering berkeliaran di ladang kenistaan.

Aku hanya terpuruk.

Meratapi sekuntum kembang yang telah layu.

Tanpa seorangpun mengulurkan tangannya untuk bangkit meninggalkan hidup kelam ini.

Aku hanya terus menunggu . . . . .

Dan menunggu seseorang yang dapat memekarkan kembali bunga layu itu.

(Baca juga puisi lain pada : Rumah Tempat Mengukir Kenangan Bersama Keluarga)

Aku masih tetap dalam penantian…

Walau sampai sebatang ranting . . . . .

Menghasilkan sekuntum kembang yang indah nan harum.

Walau aku merasa Kebodohan Atas Nama Cinta

Tetap ku menunggu dan menunggu.

      Itulah postingan puisi tentang penantian seseorang yang terbelenggu Kebodohan Atas Nama Cinta yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan kita dapat memahami dan mengambil hikmah dari puisi yang telah kami posting diatas. (Baca juga artikel lain pada : Jangan Takut Gagal untuk Mencapai Keberhasilan)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *