Kabut Perangkap Jiwa

Kabut Perangkap Jiwa

Kabut Perangkap Jiwa

Kau pandai berhalunisasi dan berilusi

Tampakmu jelas di darat, namus samar di langit

Terasa di kulit, namun tidak di hati

Bentukmu abstrak teratur, membentuk satu wujud

Satu wujud yang transparan,

Yang kadang hilang ditembus cahaya

(Baca juga : Perasaan Cinta yang Tak Mampu Terucap)

Pertama melihat tampak wujudmu, aku tak acuh

Kau lewat bagai angin lalu dan terlupakan

Lambat laun kau semakin tebal, semakin pekat

Dan semakin menghitam

Memenjarakanku dalam wujudmu

Membuatku dalam kegelapan

Membuatku hilang arah tak tahu tujuan

Tak ada lagi cahaya yang masuk menerobos

Cahaya yang seharusnya menerangi jiwa yang keropos

Semua gelap, semua hampa

Sebuah perangkap sempurna bagi buruan yang hina

(Baca juga puisi lain pada : Guru Laksana Pelangi Yang Mewarnai Dunia)

Aku terus berjalan tak tahu dimana jalan keluarnya

Buta, dayaku lemah di genggam

Dengan tipu muslihatmu, kau menjebakku

Lalu kini, hanya ada aku dan wujudmu

Ditengah ruang tak berujung ini

      Itulah postingan puisi tentang Kabut Perangkap Jiwa yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan puisi tentang Kabut Perangkap Jiwa diatas dapat bermanfaat bagi kita sebagai bahan renungan. (Baca juga puisi lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Allah is the Highest for Depending)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *