Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank

Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank

Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank

       Ketika kita akan mengajukan pinjaman (Kredit) di Bank, mungkin ada istilah-istilah yang belum kita ketahui yang berhubungan dengan Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank. Untuk itulah pada kesempatan kali ini marilah kita bersama fahami tentang Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank. (Pelajari juga : Istilah Perbankan yang Wajib Diketahui Nasabah)

Inilah Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank:

Agunan

       Jaminan yang diberikan kepada pihak bank dari debitur untuk menjamin kelancaran pembayaran angsuran kredit dan bisa menjadi alternatif terakhir sumber pelunasan kredit bagi bank apabila terjadi gagal bayar. Agunan umumnya berupa sertifikat tanah atau BPKB kendaraan.

Akad Kredit

       Proses penandatanganan perjanjian kredit di hadapan pejabat bank. Bisa beserta notaris bila diperlukan.

Angsuran

       Besarnya pembayaran kredit yang dilakukan dengan cara dicicil dalam jangka waktu tertentu dan sudah termasuk angsuran pokok kredit dan bunga.

Appraisal

       Proses penilaian agunan yang biasanya dilakukan oleh pihak Bank. Nilai inilah yang akan digunakan sebagai nilai agunan, bukan dari harga jual atau price list dalam pengajuan KPR.

Approval

       Persetujuan kredit oleh pihak yang berwenang di bank.

Aset

       Barang yang mempunyai nilai tinggi (contohnya rumah, tanah, mobil), milik pribadi ataupun perusahaan.

Baki debet

       Besar sisa pokok pinjaman pada waktu tertentu diluar bunga dan denda atau penalti.

Biro Kredit

       Suatu agen pelaporan kredit yang mengecek informasi kredit dan menyimpan berkas mengenai pemohon dan pengguna kredit.

Bunga

       Besarnya imbalan atas jasa bank yang telah meminjamkan uang/memberikan kredit.

Bunga Effektif

       Perhitungan bunga dengan memperhitungkan sisa pokok pinjaman sehingga proporsi pembayaran bunga setiap bulannya akan semakin mengecil dibandingkan proporsi pembayaran pokoknya. Ilustrasinya adalah sebagai berikut: angsuran pokok + bunga bulan kedua akan lebih kecil dari pada bulan pertama, angsuran pokok + bunga bulan ketiga akan lebih kecil dari pada bulan kedua, sehingga angsuran pokok + bunga bulan terakhir akan lebih kecil dari bulan sebelumnya.

Bunga Flat

       Perhitungan bunga dengan menghitung secara rata dari total hutang sehingga proporsi pembayaran bunga dan pokok setiap bulannya selalu tetap. Proporsi pembayaran bunga dan angsuran pokok tersebut akan selalu sama sampai kredit lunas.

Debitur

       Orang atau masyarakat yang mendapatkan fasilitas kredit dari bank.

DSR dan DBR (Debt Service Ratio dan Debt Burden Ratio)

       Maksimal kredit yang dapat diberikan bank atas dasar perbandingan besarnya angsuran kredit maksimal terhadap pendapatan calon debitur yang disetujui bank, biasanya sekitar 30%-40%. Contohnya, pendapatan calon debitur yang disetujui bank Rp 20 jt/bulan, dengan DBR 40%, maka angsuran angsuran kredit maksimal untuk calon debitur tersebut adalah Rp 20 juta x 40% = Rp 8 juta/bulan. Apabila angsuran perbulan dari limit kredit yang diajukan maksimal sama dengan Rp 8 juta, maka ada kemungkinman limit kredit tersebut dapat disetujui.

Fixed

       Besarnya bunga yang diberikan tetap sama sampai dengan jangka waktu tertentu, setelah masa fixed berakhir maka akan bunga akan floating mengikuti suku bunga pasar sesuai kebijakan bank. Pada saat masa fixed berakhir hampir bisa dipastikan bunga akan lebih besar karena bunga awal pada dasarnya dapat dianggap sebagai bunga promo dengan jangka waktu tertentu. Dengan bunga yang membesar maka angsuran juga pasti membesar.

Floating

       Besarnya bunga yang diberikan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung suku bunga pasar atau kebijakan bank.

Jatuh tempo

       Tanggal dimana angsuran kredit harus dibayarkan setiap bulannya. Karena itu, usahakan jangan pernah terlambat atau melebihi tanggal jatuh tempo, agar catatan kredit kita di ID BI tidak jelek.

Kredit

       Dalam hal ini dapat diartikan sebagai dana yang didapat / dipinjam dari bank untuk kemudian dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan cara mengangsur atau sekaligus dengan imbalan berupa bunga.

Kreditur

       Lembaga atau bank yang bisa memberikan dana secara kredit kepada masyarakat.

Limit kredit

       Besarnya kebutuhan dana yang kita ajukan melalui kredit bank, bisa disetujui sesuai limit yang diajukan, bisa kurang, bahkan ditolak bank.

LTV (Loan To Value)

       Maksimal limit kredit yang dapat diberikan bank atas dasar persentase tertentu dari nilai agunan yang diaksep bank, biasanya sekitar 70%-80% dari kebutuhan.

Pengikatan Hak Tanggungan

        Proses pengikatan terhadap agunan tanah secara administratif. Di mana, bila suatu saat debitur mengalami gagal bayar, bank memiliki hak untuk melelang agunan untuk menutupi kredit yang tidak dapat dilunasi debitur.

Penalti

       Biaya yang harus dibayarkan apabila kredit dilunasi sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan.

SID BI (Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia)

       Sering juga disebut sebagai Informasi Debitur BI (ID BI), yaitu data sejarah kredit yang pernah dimiliki calon debitur di seluruh bank atau lembaga keuangan resmi lain. Data ini berisi informasi limit, baki debet, jumlah hari keterlambatan pembayaran, kredit macet, dan lainnya yang akan terekam dalam ID BI sepanjang sejarah

Surat Roya

       Surat dari Bank atau kreditur kepada Badan Pertanahan Nasional yang berisi informasi bahwa debitur telah melunasi utang lunas dan pengikatan Hak Tanggungan dapat dilepaskan. Surat ini dikeluarkan apabila kredit telah lunas, dan biaya pelepasan hak tanggungan ini belum termasuk biaya bank yang dikeluarkan pada saat pencairan kredit. Pelepasan Hak Tanggungan ini dilakukan sendiri oleh debitur atau dengan bantuan Notaris/PPAT. Selama belum dilakukan pelepasan Hak Tanggungan, maka sertifikat tidak dapat dipindahtangankan, diperjualbelikan, dan dijadikan agunan lagi kepada bank lain.

Tenor

       Jangka waktu kredit yang diajukan atau lamanya kredit diangsur, akan disesuaikan dengan masa pensiun atau sesuai ketentuan bank.

       Itulah beberapa Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank yang dapat kami bagikan pada edisi kali ini. Kami berharap semoga dengan dipostingkannya beberapa Istilah Perbankan Berkaitan Pengajuan Pinjaman di Bank diatas dapatmenambah wawasan kita tentang istilh perbankan berkenaan dengan kredit (pinjaman) di bank.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *