Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan

Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan

Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan

      Berikut ini kami bagikan beberapa peribahasa tentang Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan yang dapat anda gunakan untuk menasehati ataupun mengingatkan seseorang agar tidak berlaku yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau melakukan hal yang tidak lazim. (Baca juga : Peribahasa tentang Berusaha Menuntut Ilmu)

Inilah beberapa peribahasa tentang Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan:

  • Ada gula ada semut. Artinya : Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang datang.
  • Ada air ada ikan. Artinya : Dimanapun kita tinggal,rezeki akan selalu ada.
  • Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Artinya : Dimana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
  • Ada pasang turun naik. Artinya : Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
  • Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya : Hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.
  • Ada ubi ada talas,ada budi ada balas. Artinya : Kejahatan dibalas dengan kejahatan,kebikkan dibalas dengan kebaikan.
  • Asing lubuk, asing ikannya. Artinya : Lain daerah tentu lain adatnya.
  • Antah berkumpul dengan antah, beras bersama beras. Artinya : Setiap orang selalu mencari orang yang sederajat.
  • Bagaikan air dengan minyak. Artinya : Tak dapat bersatu.
  • Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. Artinya : Hidup dalam kesukaran / kesengsaraan.
  • Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya : Bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.
  • Bagai musang berbulu ayam. Artinya : Orang jahat bertingkah laku sebagai orang baik.
  • Bahasa menunjukkan bangsa. Artinya : Budi bahasa atau pangrai serta tutr kata menunnjukkan sifat serta tabiatnya.
  • Bumi tidak selebar daun kelor. Artinya : Dunia tidak sempit.
  • Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan. Artinya : Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.
  • Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah. Artinya : Daripada hidup menanggung malu lebih baik mati.
  • Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Artinya : Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri.
  • Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya : Kita harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal yang kita tempati.
  • Dimana ilalang habis, disitu api padam. Artinya : Hidup dan mati tidak dapat ditentukan, jika sudah saatnya pasti kita akan mati.
  • Gali lubang, tutup lubang. Artinya : Berhutang untuk membayar hutang yang lain.
  • Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah. Artinya : Selama hidup orang harus taat kepada adat kebiasaan dalam masyarakat.
  • Hidup segan mati pun tak mau. Artinya : Hidup yang merana karena terus menerus sakit.
  • Hujan emas di negeri orang, hujan batu dinegeri sendiri , baik juga di negeri sendiri. Artinya : Betapa senang dan bahagi di perantauan , tentu lebih senag dan bahagia di negeri sendiri.
  • Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Artinya : Tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya.
  • Usul menunjukan asal. Artinya : Kelakuan (budi bahasa) orang menunjukan asal keturunannya.

      Itulah beberapa peribahasa tentang Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan diatas dapat bemanfaat. (Pelajari juga : Jenis Jenis Peribahasa Beserta Contoh)

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *