"> Fungsi dan Cara Kerja Ginjal - Berbagi itu Indah

Fungsi dan Cara Kerja Ginjal

Fungsi dan Cara Kerja Ginjal

Fungsi dan Cara Kerja Ginjal

Fungsi dan Cara Kerja Ginjal

       Pada postingan terdahulu kita sudah membahas tentang organ tubuh yang berfungsi sebagai Sistem Ekskresi pada tubuh Manusia, yaitu ginjal, hati, system pencernaan, kulit dan paru-paru, maka pada kesempatan kali ini kita akan khusus membahas salah satu organ tubuh tersebut, yaitu “GINJAL”. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah tentang Fungsi dan Cara Kerja Ginjal. (baca juga : Organ Tubuh Sebagai Sistem Ekskresi Manusia)

Fungsi Ginjal

Ada beberapa fungsi ginjal untuk tubuh manusia, antara lain :

  1. Menyaring Darah

       Konsumsi makanan yang kita makan setiap hari sebagai penghasil energi setelah melalui proses pencernaan pastilah akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin. Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jika tidak maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.

       Nefron adalah salah satu bagian ginjal yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak memiliki ginjal, maka orang tersebut akan mati karena tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri. Untuk melakukan hal tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per harinya.

  1. Membentuk Urine

       Urine adalah hasil ekskresi dari penyaringan ginjal. Urine mengandung zat-zat yang sudah tidak diperlukan bagi tubuh atau yang kadarnya melebihi batas normal. Kandungan utama urine adalah air, urea, dan amonia. Terdapat tiga proses pembentukan urine yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi.

  1. Menjaga Keseimbangan Air dalam Tubuh

       Ginjal setiap hari mengeluarkan sekitar 2 liter air dari dalam tubuh. Sebagian air dikeluarkan supaya tidak terjadi kelebihan air di dalam darah. Jika kelebihan, maka darah akan mengencer dan sangat berbahaya bagi tubuh. Tubuh menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler (di luar sel). Jika tekanan tersebut berlebihan, maka akan dikeluarkan dari tubuh salah satunya melalui ginjal.

  1. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa

       Ginjal berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine. (Baca juga artikel lain pada : Peringatan Hari Pahlawan Bersama SMPN 1 Tarik)

  1. Mengatur Kadar Kalium dalam Darah

       Kalium (K) atau potasium adalah mineral yang berfungsi untuk membuat semua sel, jaringan, dan organ dalam tubuh tetap berfungsi dengan baik. Kalium sangatlah penting bagi tubuh. Namun jika kadarnya terlalu berlebihan maka akan terjadi hiperkalemia yang dapat menyebabkan otot jantung berhenti berdetak atau berdetak tidak beraturan. Jika kadarnya di dalam darah kurang, maka akan terjadi kelelahan, kulit kering, kelemahan otot, dan gerak refleks menjadi lambat. Maka dari itu, ginjal menjadi penting karena berfungsi sebagai pengatur kadar kalium di dalam darah dengan cara membuang atau menyerap kembali kalium yang masuk ke dalam nefron.

  1. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh

       Ginjal akan mengekskresikan (mengeluarkan) zat-zat yang merugikan bagi tubuh seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh.

  1. Memproses Ulang Zat

       Ginjal akan mengembalikan kembali zat yang masih berguna bagi tubuh kembali menuju darah. Zat tersebut berupa glukosa, garam, air, dan asam amino. Proses pengembalian zat yang masih berguna ke dalam darah disebut reabsorpsi.

  1. Mengatur Volume Cairan dalam Darah

       Ginjal dapat mengontrol jumlah cairan darah yang dipertahnkan agar tetap seimbang didalam tubuh. Tanpa adanya control dari ginjal maka tubuh akan menjadi kering karena kekurangan cairan darah atau sebaliknya, tubuh tenggelam karena kebanjiran cairan didalam tubuh yang menumpuk tidak terbuang.

  1. Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah

       Salah satu contohnya yaitu mengatur kadar garam didalam darah.

  1. Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah

       Ginjal amat penting untuk mengatur kelebihan atau kekurangan gula dalam darah dengan menggunakan hormon insulin dan adrenalin. Ini penting untuk menghindari diabetes. Insulin berfungsi sebagai hormon penurun kadar gula dalam darah jika kadar gula dalam darah berlebih. Adrenalin berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah jika kadar gula di dalam darah tidak mencukupi.

  1. Penghasil Zat dan Hormon

       Ginjal merupakan penghasil zat atau hormon tertentu seperti eritropoietin, kalsitriol, dan renin. Hormon yang dihasilkan oleh ginjal yaitu hormon eritroprotein atau yang disingkat dengan EPO berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang. Renin berfungsi untuk mengatur tekanan darah di dalam tubuh, sementara kalsitriol merupakan fungsi ginjal untuk membentuk vitamin D, menjaga keseimbangan kimia di dalam tubuh, serta untuk mempertahankan kalsium di dalam tulang yang ada di dalam tubuh.

  1. Menjaga Tekanan Osmosis

       Ginjal menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur keseimbangan garam-garam di dalam tubuh. (Baca juga artikel lain pada : Ceramah Kocak Gaya Gus Muwafiq Jago Merayu)

  1. Menjaga pH Darah

       Ginjal berfungsi sebagai penjaga kadar pH darah agar tidak terlalu asam. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Cara kerja ginjal

       Cara kerja ginjal dalam tubuh manusia itu diawali dari proses penyaringan darah yang akan dialirkan dari arteri ginjal menuju pada ginjal. Dalam arteri ginjal air dan juga larutan yang ada akan di saring dan sebagian dari larutan yang tidak dapat terfilter kemudian di alirkan lagi ke sebuah sistem sirkulasi dan akan melewati sebuah vena sehingga terjadi sebuah penyaringan. Darah yang ada di dalam tubuh akan menuju sebuah kapiler glomerulus, dalam glomerulus air dan juga zat yang sudah terlarut akan disaring sehingga akan menghasilkan cairan urin primer dan kemudian akan masuk dalam kapsula bowman. Jadi dapat dikatakan jika hampir setiap hari ginjal manusia di lewati darah hampir 350 kali.

       Cara kerja ginjal yang ke dua adalah mengatur berjalannya proses penyaringan glomerular yang sering digunakan untuk tes dalam diagnose pada fungsi ginjal. Dalam sebuah filtrar glomeruli tersebut masih terdapat adanya suatu zat yang dapat digunakan untuk dimanfaatkan bagi tubuh manusia. Zat zat tersebut meliputi asam amino, glukosa, garam, air dan zat zat tersebut kemudian akan melalui sebuah tubulus proksimal yang terdapat pada bagian korteks, pada medulla atau lengkung henle sampai pada bagian tubulus distal. Sebetulnya masih banyak lagi cara kerja ginjal yang lainnya, dan mungkin akan saya bahas kembali pada kesempatan kesempatan yang akan dating. Semoga sedikit ilmu di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.

       Itulah postingan kami tentang Fungsi dan Cara Kerja Ginjal dalam Sistem Ekskresi Manusia yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali  ini dengan harapan semoga postingan tentang Fungsi dan Cara Kerja Ginjal diatas dapat bermanfaat. (Baca juga artikel lain pada : Latihan USBN IPS SMP Bagian 3)

Lihat juga artikel lain dalam video pada :

[metaslider id=2694]

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *