Dunia Maya Menipu Cinta

Dunia Maya Menipu Cinta

Dunia Maya Menipu Cinta

      Setelah merasa jera berkali-kali menjalin asmara secara konvensional, akhirnya David cobaa-coba untuk mencari peruntungan melalui dunia maya, atau sosial media. Kali ini David ikut grup pendengar radio streaming online, selain mencari pasangan sekalian dapat mengobati rasa kangen akan kampung halaman, istilahnya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Melalui grup tersebut Davit berkenalan dengan cewek si empunya suara merdu bernama Novi. Dan menjadi pasangan di dunia maya.

      Di sosial media David menggunakan akun dengan nama davidmr_siganteng sedangkan gebetannya menggunakan nama luv_novie_cute. Entah kebetulan atau karena tidak ada nama lain, mantan-mantannya selalu memakai nama Sum, kecuali Nike, tapi memang seperti itu kenyataanya.

      Novi, gadis mungil yang hitam manis, pintar, supel, kreatif dan jago nge-dance. Bahkan Novi pernah menjadi juara satu modern dance dikampungnya dari satu kontestan yang mengikuti. Di sosial media, Novi selalu tampil prima dengan foto-foto yang cantik, modis dan anggun meskipun sedikit terlihat tomboy. (Baca juga : Asal Usul Kota Indramayu)

      Novi yang pernah menimba ilmu sampai negeri bigben (Inggris), terlihat cerdas. Kecerdasan itu bisa dilihat dari tulisan-tulisannya dimedia-media sosial miliknya. David, yang memang orangnya gampang jatuh cinta pun luluh hatinya akan kecantikan dan kepintaran gadis yang giginya rapi dipasang pagar kawat tersebut.

      Sekian lama menjalin kasih melalui dunia maya membuat David semakin penasaran untuk bertemu sang pujaan hati yang telah lama menghujamkan panah asmaranya. Berbekal alamat yang dikasih Novi melalui inbox di sosial media, David pun dengan rasa deg deg plas memacu kereta roda dua kebanggannya.

      Selepas menghadiri acara reuni sekolah di gedung Kartika, David meluncur ke arah selatan, menyusuri jalan raya. Setelah melewati pasar kota, motornya pun di arahkan ke timur menuju alamat yang di tuju, tetapi sesampai di jembatan pikiranya mulai bimbang, dan akhirnya selepas jembatan David pun berhenti dipinggir jalan, membuka smartphone merk “Opoae” seri “N342N” dan mengirim pesan ke yayang Novi.

      “Sayang, bener kan alamatmu prapatan Popoh ke timur?” tanya David dalam pesannya.

      “Iya, bener mas. Setelah lampu merah nanti Mas David belok ke kiri yang ke arah Pojok gang ya!” pesan Novi dalam pesan singkatnya.

      “Siap honey, nanti kalau sudah dekat aku hubungi lagi” balas David.

      Setelah mendapat kepastian, David pun meluncur dengan hati yang berbunga-bunga, bersiul dan bernyanyi sepanjang jalan menuju rumah yayang Novi sang pujaan hati. Tidak butuh waktu lama, karena memang jarak antara jembatan dan lampu merah Popoh tidak jauh.

      “Novi, sayang dimana rumahnya? Aku sudah di lampu merah ni!” tanya David kemudian.

      “Belok ke kiri mas, kira-kira 50 meter dari lampu merah ya!” balas Novi sambil memberikan arahan.

      “Ok, aku meluncur ya!” balasnya tak sabar.

      David sudah sangat ngebet untuk bertemu kekasih hati yang nemu di dunia maya. Membayangkan wajah segar, senyum manis seorang gadis, entah apalagi sampai habis untuk mendiskripsikan, menggambarkan kecantikan Novi yang dikenalnya lewat sosial media itu. (Baca juga cerita lain pada : Asal mula aku memanggil dia Tower dan Cungkring)

      “Sayang, aku sudah di pertigaan nih, kemana lagi?” tanya kemudian setelah berhenti.

      “Pertigaan mana mas?” tanya Novi lembut, selembut bulu ayam peternakan di Indrapura.

      “Ini lho, pertigaan ke arah pojok, pertigaan setelah perempatan kalo ke kanan ke lapangan Bantarangin!” David mencoba menjelaskan.

      “O, udah dekat mas. David masuk aja, kira-kira 30 meter ke depan ada di sebelah kanan mas, nanti masuk saja. Aku di dalam kok, aku lagi goreng krupuk soalnya, takut gosong nih!” balas Novi di ujung telepon.

      “Siap, meluncur!” jawab David sambil menutup smartphone kebanggaannya,

      Tak lama, sampailah rumah yang ditunjukkan Novi melalui telepon atau pesan singkat sebelumnya. Bukan gadis cantik, yang muda belia yang membukakan pintu dan mempersilakan masuk, tetapi seorang perempuan paruh baya, ya usianya sekitar 50 tahun kurang dikitlah.

      “Ini pasti ibunya.” Pikir David

      “Ayo masuk, silakan duduk mas!” suara perempuan tadi dengan lembut.

      “Terima kasih tante!” jawab David.

      “Kok panggil tante sih? Panggil saja seperti biasanya kali mas, panggil saja aku Novi” balas perempuan tadi dengan mata genit.

      David mulai dag dig dug derr…. jantungnya mulai berdegup kencang, dari 50 detak per detik lama-lama mulai bertambah sampai 120 detak per detik. Jangan jangan ….. … sekilas, pandangannya menyapu foto-foto yang menghias dinding rumah tersebut, terlihat foto yang tidak asing lagi bagi David, seorang gadis memegang trofi kejuaraan lomba modern dance, ada lagi foto gadis manis dengan senyum yang manis dengan rentetan gigi berjejer seperti pagar yang di sulam kawat.

      Pikiran, mata, hati mulai tidak sinkron… berkecamuk di dalam dada, karena gadis yang dinanti tidak keluar-keluar juga, sampai akhirnya David dikagetkan perempuan yang tadi membukakan pintu dengan membawa minuman es asem yang dibeli dari warung sebelah.

“      Ada apa mas, kok kelihatan bingung….. heran ya lihat foto-foto saya? Ayo di minum, seger lho ini” tanya perempuan tadi.

      “Hmm… aaa… .emmmm…..” Terperangah David mau bicara apa

      Perempuan tersebut sebenarnya masih kelihatan cantik, meski sudah tidak muda lagi, hal itu terlihat dari tulang-tulang pipihnya dan bibirnya yang bak buah manggis mateng di pohon, kalau ibarat artis ya seperti ……., tetap cantik dan singset meski sudah ada guratan perjalanan waktu dan tidak muda lagi dan sedikit beruban.

      “Kok heran gitu? Iya mas, itu foto-foto aku waktu aku sekolah dulu, waktu aku awal-awal jadi penyiar radio. Kan aku dulu seneng banget sama nari, sekarang aja nih kalo ada yang nari rabi mau kok” genit menggoda perempuan tadi, yang ternyata Novi yang di kenal David lewat dunia maya.

      Gubrakkkzzkkkkkggg…. ternyata oh ternyata, foto yang ada di sosmed luv_novie_cute adalah foto 24 tahun yang lalu, atau 3 windu. David pun langsung pamit dan pulang dengan wajah sendu, berjalan gontai sambil memegangi dadanya, dan bergumam, “Oh Dunia Maya Menipu Cinta membuatku sakitnya tuh di sini!”.

      Hati-hatilah terhadap Dunia Maya Menipu Cinta

      Itulah postingan cerpen tentang Dunia Maya Menipu Cinta yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan cerpen tentang Dunia Maya Menipu Cinta diatas dapat menghibur kita. (Baca juga Cerita lain dalam versi Bahasa Inggris pada : An Owl and Dove)

You may also like...

4 Responses

  1. […]       Aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau nenek nanti sudah tiada. Tiba-tiba saja air mataku mengalir membasahi pipiku.  Nenek tersontak kaget karena rok batik indahnya itu basah karena air mata cucunya. “ran kamu kenapa?” tanya nenek dengan suara lembutnya. “rania ga pengen jauh dari nenek.. karna Cuma nenek yang sayang sama rania!” sahutku. Tak terasa 5 hari sudah berlalu besok adalah hari terakhir aku melunasi biaya sekolahku nenek sudah berjuang susah payah untukku, aku tidak mau mengecewakan nenek dengan nilai ujian yang buruk aku belajar dengan bersungguh sungguh sampai akhirnya aku medapat niai teringgi di dikelas. Saat pulang aku sudah tak sabar menunjukkan hasi ujianku kepada nenek. Saat sudah didekat rumahku, aku masih bingung terpasang bendera kuning di pohon mangga di depan rumahku. “Ya allah mimpi buruk apa ini?” aku masih bertanya-tanya dalam hatiku,aku menampar keras pipi kananku dan itu sakit yang berarti INI BUKAN MIMPI. (Baca juga cerita lain pada : Dunia Maya Menipu Cinta) […]

  2. […]       “Silakan, Pak.” Jawab pemuda itu ramah. (Baca juga cerita lain pada : Dunia Maya Menipu Cinta) […]

  3. […]       Saya hanya bisa memandang wajahnya dari dekat dan bisa sebentar memegang tangannya.  Proses pemakaman pun dimulai, ia  segera disholatkan dan dikuburkan. Sekarang hanya bisa merasakan  kenangan bersama. (Baca juga cerita lain pada : Dunia Maya Menipu Cinta) […]

  4. […]       Terdengar jeritan hati diliputi suara tangis yang menyayat ketika Marina menjawab telepon melalui HP Samsung kesayangannya. Rintihan seorang gadis remaja yang sedang merasa tertekan akibat ulah seorang lelaki yang sangat dicintainya. Gadis itu begitu sangat terpukul setelah mengetahui penghianatan yang dilakukan oleh lelaki yang sangat dicintainya. Lelaki yang Ia harapkan akan menjadi suami dan ayah dari anak-anaknya kelak. Musnah sudah semua mimpi-mimpi manis bersama lelaki itu setelah Ia mengetahui dengan nyata pengkhianatan apa yang sudah dilakukan oleh lelaki yang sangat dicintainya itu. (Baca juga : Dunia Maya Menipu Cinta) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *