Derita Dibalik Cinta Yang Hilang

Derita Dibalik Cinta Yang Hilang

Derita Dibalik Cinta Yang Hilang

      Suasana pada malam itu begitu sangat menyentuh kalbu. Di ruang tengah, Leony masih menangis terisak-isak dengan wajah yang dibenamkan dalam pangkuan neneknya. Kakek, paman-paman dan bibi-bibinya juga masih berada di ruang tengah tersebut. Mereka tidak mampu berkata kata apapun kecuali hanya sesekali terdengar tarikan dan hembusan nafas dalam sambil mengeluarkan kata-kata “Yaa Allah” disela-sela hembusan nafas mereka yang memecahkan kesunyian. Hanya suara – suara binatang malam yang kerap terdengar. Setiap orang dalam ruang itu hanyut dalam kesedihan. (baca juga : Rona kehidupan Manusia)

      Leony tidak pernah menyangka bahwa hari itu, tanggal 8 April 2016 merupakan hari terakhir baginya bersama ayah dan ibunya. Pagi hari itu Leony pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah. Ibunya berkata bahwa dia bersama ayah dan saudara laki-laki Leony akan pergi ke Kalimantan Selatan untuk menghadiri pesta pernikahan saudara sepupunya yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2016. Mereka akan kesana naik pesawat. Penerbangan itu akan terjadi pada siang hari pukul 13.30 WIB. 

      Tidak ada yang pernah menyangka bahwa akhirnya pesawat tersebut mengalami kecelakaan fatal. Pesawat tersebut menabrak puncak gunung. Peristiwa kecelakaan tersebut mengakibatkan semua penumpang beserta semua kru pesawat meninggal, termasuk kedua orang tua dan saudara Leony. Sunggauh berat sekali penderiataan yang dialami oleh Leony, gadis kecil yang bari berusia 10 tahun yang telah kehilangan ayah, ibu dan saudaranya yang merupakan orang-orang yang sangat dicintai dalam waktu yang bersamaan.

      Sore itu mereka, Leony, kakek, nenek, paman-paman dan bibi-bibi Leony, baru saja mengikuti proses pemakaman massal untuk semua korban kecelakaan pesawat yang badan mereka tidak dapat dikenali. Karena orang tua dan saudara laki-laki Leony adalah tiga orang yang termasuk mereka. Leony harus mengikuti proses pemakaman tersebut bersama para korban lain dalam satu lobang pemakaman. Sungguh peristiwa pemakaman yang sangat menyedihkan hati dan menyesakkan dada. Dia sangat shok. Dia sangat terpukul.

      Tiba-tiba semua dalam ruangan itu sangat terkejut. …… Leony berteriak. Dia berteriak sangat keras.

      “Tidak …… ! Tidak ……. Kalian tidak boleh meninggalkan aku sendiri!” Dia berteriak sambil menangis.

      “Leony, Sayangku, tolong jaga emosimu sayang. Kamu jangan menangis lagi, kamu jangan bersedih dan kamu tidak sendiri. Ingatlah sayangku bahwa ada nenek, kakek, paman-paman dan bibi-bibimu beserta sepupu-sepupumu yang sangat mencintai kamu, yang akan selalu menemani kamu. Kamu tidak sendiri sayangku. Kami benar-benar sangat mencintai kamu.” Kata nenek sambil memeluk Leony dengan erat penuh kasih sayang.

      “Tidak! Mereka telah pergi dan meninggalkan aku sendirian. Aku mencintai mereka. Tetapi mengapa mereka meninggalkan aku?“ teriak Leony sambil masih menangis.

      “Leony, tolong bersabarlah sayang.” Kata bibi sembari juga memeluk Leony

      “Tidak …… ! Tidak …… ! Dari kejadian ini aku tahu bahwa Tuhan tidak mencintai aku. Tuhan langsung memisahkan aku dari keluarga yang sangat aku cintai. Tuhan tidak adil …… Tuhan tidak adil. Mengapa Dia membuat tragedy ini terjadi jika Dia hanya ingin membuat hambaNYA menderita? Mengapa Tuhan tidak juga mengambil nyawaku bersama ayah, ibu dan saudaraku sehingga kami bisa bersama?” Leony berteriak lebih keras daripada sebelumnya.

      Suasana tambah mengharukan. Semua dalam ruangan itu hanyut dalam kesedihan yang mendalam.

. . . . . . . . . . . . . . . . . .

      Itulah postingan cerpen kami tentang Derita Dibalik Cinta Yang Hilang yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini denganharapan semoga cerpen tentang Derita Dibalik Cinta Yang Hilang diatas dapat menghibur para pembaca. Mohon maaf jika ada kesamaan nama. (untuk versi bahasa inggris lihat pada : PAIN BEHIND A LOST LOVE)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *