Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

       Dalam postingan terdahulu disebutkan bahwa Sistem pemerintahan parlementer adalah sistem pemerintahan yang parlemennya mempunyai peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini parlemen mempunyai wewenang mengangkat perdana menteri. (Baca juga : Sistem Pembagian Kekuasaan Negara Indonesia)

       Perdana menteri merupakan kepala pemerintahan, presiden hanya sebagai simbol kepala negara saja. Kepala negara bisa juga berupa raja, kaisar yang memperoleh hak waris secara turun-temurun.

       Pemegang kekuasaan eksekutif ialah perdana menteri. Perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen yang merupakan lembaga perwakilan rakyat serta bisa dijatuhkan oleh parlemen melalui mosi tidak percaya.

       Dari penjelasan singkat tentang sistem pemerintahan Parlementer yang dikemukakan diatas,  maka system pemerintahan parlementer mempunyai ciri – ciri sebagai berikut:

  1. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. (Baca juga artikel lain pada : Satu Misi Menjaga Negara Indonesia)
  2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.
  3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen.
  4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. (Baca juga artikel lain pada : Pelajaran Dibalik Hujan Turun)
  5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri, sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.
  6. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Selanjutnya, diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru.

       Itulah postingan kami tentang Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer yang dapat kami bagikan kali ini. Kami berharap semoga postingan tentang Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer diatas dapat bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang Sistem Pemerintahan Parlementer. (Baca juga artikel lain pada : Soal PTS PKn Kelas 9 Semester 1)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *