Cinta Tidak Harus Berujung Indah

Cinta Tidak Harus Berujung Indah

Cinta Tidak Harus Berujung Indah

 “Kakak!!! Tolong aku kak…!”

      Terdengar jeritan hati diliputi suara tangis yang menyayat ketika Marina menjawab telepon melalui HP Samsung kesayangannya. Rintihan seorang gadis remaja yang sedang merasa tertekan akibat ulah seorang lelaki yang sangat dicintainya. Gadis itu begitu sangat terpukul setelah mengetahui penghianatan yang dilakukan oleh lelaki yang sangat dicintainya. Lelaki yang Ia harapkan akan menjadi suami dan ayah dari anak-anaknya kelak. Musnah sudah semua mimpi-mimpi manis bersama lelaki itu setelah Ia mengetahui dengan nyata pengkhianatan apa yang sudah dilakukan oleh lelaki yang sangat dicintainya itu. (Baca juga : Dunia Maya Menipu Cinta)

      Perselingkuhan!!! Yah, perselingkuhan yang dilakukan bukan untuk yang pertama kalinya. Hmmm, kejam dan sadis memang yang dilakukan lelaki itu.

      “Ya, sudahlah sayang. Kamu tahu kan kalo Cinta Tidak Harus Berujung Indah? Kamu tenang dulu dan banyak-banyak istighfar.” Jawaban yang sangat klise terlontar dari mulut Marina walau hati Marina sebenarnya tidak mengerti andai itu terjadi padanya.

      “Iya kak, lalu aku harus gimana!?” Tangisnya kembali memecah dan kembali Marina mengatakan,”Sabar… Sabar… sayang. Ingatlah Cinta Tidak Harus Berujung Indah”

      Lalu gadis itu berkata dalam isak tangisnya,”Hari ini apakah kakak gak ada acara kemana-mana?”

      “Aku mau ke rumah kakak dan menginap beberapa hari di rumah kakak.”

      “Boleh gak kak..?” Marina terdiam beberapa detik karena sebenarnya dia ada acara ketemuan dengan seseorang hari ini. Tapi hati Marina tak tega membiarkan gadis itu dengan derita batinnya.

      “Iya kakak gak kemana-mana koq hari ini.”

      “Kakak tunggu di rumah yah!?” kata gadis malang tersebut.

      “Ya, Sayang.” Jawab Marina sambil menyilangkan kedua kakinya dan dilihat kulit kakinya sangat kering. Marina lupa belum memolesnya dengan lotion.

      “Makasih ya kak?” Jawabnya dengan suara yang sedikit agak tenang dan masih kentara kesedihan dari suaranya.

      “Sama-sama, sayang…” Balas Marina sembari memoles lotion untuk kulit kakinya yang kering.

      “Wassalamualaikum kak…”

      “Walaikumsalam…” Tut tut tuuuttt. Pembicaraan yang mengharukan pagi itu pun selesai.

      Matahari semakin tinggi dan Marina mulai mengantuk. “Entah kenapa belakangan ini aku gampang banget punya rasa ngantuk. Tapi masih mending ketimbang aku gampang banget punya rasa cinta. Bisa berabe urusannya. Alamat bakal banyak lelaki yang aku sakitin ntar…hihihi…” Marina berkata dalam hati. (Baca juga cerita lain pada : Ketika Takdir Berkata Lain)

      Tapi walaupun terasa ngantuk, Marina belum tenang kalau harus langsung tidur di kasur empuknya sebelum dia menyapa sahabat-sahabatnya di dunia maya yang Insya Allah akan menjadi sahabat-sahabat di dunia nyata juga nantinya. Pekerjaan rutin yang harus dan wajib dia lakukan setiap hari dan gak pernah merasa bosan menyambangi mereka. Karena dia memang butuh mereka.” Kira-kira mereka membutuhkan aku gak yah!? Kayaknya sih pasti membutuhkan aku. Soalnya aku kan memang nyenengin dan ngangenin banget buat mereka sekaligus sering menyebalkan juga buat mereka…” Batin Marina

      Itulah cerita tentang Cinta Tidak Harus Berujung Indah yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga cerita tentang Cinta Tidak Harus Berujung Indah diatas dapat bermanfaat. (Baca juga cerita lain pada : Kebebasan Yang Terbelenggu)

You may also like...

1 Response

  1. […]       “Kau …,” Claudia menyorot tajam matanya, “Tak mengerti tentang … kehilangan!” Claudia berteriak sekeras dia mampu. Dokter itu menahannya untuk tenang. (Baca juga artikel lain pada : Cinta Tidak Harus Berujung Indah) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *