Berkelana Menuju Dermaga Akhir

Berkelana Menuju Dermaga Akhir

Berkelana Menuju Dermaga Akhir

Melangkah dan terus melangkah menyusuri jalan setapak disepanjang lorong dunia. 

Melihat cakrawala yang membentang, bertualang menantang dunia.

Mendengar angin yang berdesir, menyisir menembus savana.

Menyaksikan awan yang bergulung, memecah meredam petir 

Menyusuri jalan yang tak pernah kulalui. 

Ada rasa gembira karena bertemu dengan dunia baru. 

Menyaksikan betapa beragamnya insan yang ada. 

(baca juga : Detik Berlalu Menit Berganti)

Berpetualang dari satu dunia menuju dunia yang lain, seakan tak pernah lelah untuk mengembara. 

Berkelana diantara samodra dan belantara.

Berjalan menuju ujung langit, seakan ingin menggapainya tapi langit tak pernah dapat untuk digapai.

Tidak terasa hari merangkak menuju senja. 

Rasa kakiku kini sudah letih untuk melangkah. 

Aku lelah untuk berkelana. 

Tak elok rasanya untuk terus mengembara. Tanpa tahu ujung dermaga. 

Mungkin sudah saatnya aku mencari persinggahan untuk melepas penat, bukan untuk sejenak tapi untuk selamanya.

Aku berhenti Berkelana Menuju Dermaga Akhir.

      Itulah postingan puisi tentang Berkelana Menuju Dermaga Akhir yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga para pembaca tercinta dapat memahami makna dari puisi tentang Berkelana Menuju Dermaga Akhir diatas. (kunjungi juga artikel puisi lain dalam versi bahasa Inggris pada : Waiting None Make Lonely Heart)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *