Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam

Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam

Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam

Rintik hujan, ,,,

Bias percikan air langit jatuh membasahi bumi

Menembus hingga ke relung hati.

Menjadikan segalanya seolah terasa dingin. 

Hingga uap karbondioksida yang keluar dari paru-paruku terasa membeku,

membentuk butiran-butiran kristal seperti di musim salju. 

Sayangnya kristal itu tak sepenuhnya bisa berhembus keluar,

Masih ada satu kristal kecil yang masuk menyumbat  hati.

Terasa sesak dan menyakitkan bila dirasa. 

(Baca juga : Merajut Kasih Ukhuwah Sejati)

Dan seketika akan membunuhku ketika aku berusaha mengabaikannya.

Gemericik air hujan yang bergesekan dengan berdesakan itu terasa menyakitkan. 

Seolah mampu “menulikan telinga, membisukan mulut dan membutakan mata”. 

Semua yang nyata terlihat semu,

Dan semua yang semu semakin hilang ditelan senja yang membisu menatapku.

Senja mulai hilang menjemput gelap.

Langit yang sedari tadi gelap oleh mendung,

(Baca juga puisi lain pada : Hidup Seperti Mati Rasa)

Berangsur terang bersolekkan dengan berbagai macam siluet petir di kaki langit yang sesekali muncul.

Namun, tak ada warna-warna alam yang indah itu.

Tiada pelangi, seperti biasanya,

Yang mengakhiri berkabungnya langit atas luruhnya awan yang turun menjadi hujan.

meninggalkanku seorang diri di atas sana.

Iya…. sama seperti anak kecil itu,

Yang tengah duduk tercenung menunggu kabar dari hujan,

Bahwa suatu saat nanti senja akan bertemu dengan fajar dan bersanding dengan malam.

(Baca juga puisi lain dalam versi Bahasa Inggris pada : Smile on Whatever Happen)

Palsu,,..

Ya memang semuanya palsu,,.

Bahkan harapan, senyuman dan hidup yang kujalani seolah juga palsu.

Dalam keramaian aku merasa sendiri.

Sendiri untuk dibenci,

Sendiri untuk dicaci,

Sendiri untuk diabaikan

Dan sendiri dalam sunyi.

Karena dalam sunyi aku belajar untuk tidak merasa sepi.

Dan semoga nanti,,,.

Aku sendiri untuk dapat dicintai serta tiada lagi hujan dalam sepi yang datang menghampiri.

Aku Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam.

      Itulah postingan puisi tentang Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan puisi tentang Berharap Fajar Bersanding Dengan Malam diatas dapat bermanfaat bagi kita. (Baca juga artikel lain pada : Soal Olimpiade Matematika SD)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *