Bercinta dengan Seekor Ulat

Bercinta dengan Seekor Ulat

Bercinta dengan Seekor Ulat

      Pada suatu hari, Paijo yang pekerjaanya sebagai petani yang berusia sekitar 27 tahun dan berbadan kekar pulang dari pasar setelah menjual sayur yang diambil dari ladangnya dengan badan yang sangat capek, makhlum hari ini sayur yang dijual lumayan banyak dan itu membuat aktifitas Paijo lebih banyak. Meski capek, Paijo tetap bahagia, karena rejeki hari ini lumayan, lebih baik dari hari-hari lainnya, dan semua diberikan kepada istri tercinta, Surti. (Baca juga : Jodoh Tidak Akan Tertukar)

      Surti adalah istri setia dari Paijo. Surti yang selisih usianya hanya terpaut empat tahun lebih muda tersebut menyambut Paijo dengan senyum bahagia, membuat Paijo hilang capeknya setelah seharian mencari nafkah.

      “Assalamu’alaikum Dinda” Paijo menyapa.

      “Wa’alaikum salam Kanda” jawab suara merdu dari dalam rumah.

      “Dinda, ini rejeki kita hari ini. Maaf kalau Kanda tidak bisa memberikan rejeki yang banyak. Kanda sebenarnya ingin sekali membahagiakan Dinda” kata Paijo sambil menghela nafas di kursi kayu yang tanpa busa.

      “Kanda, alhamdulillah Kanda sudah pulang dengan selamat dan membawa rejeki untuk makan keluarga, Dinda sudah sangat bersyukur Kanda” sahut Surti menimpali suaminya. 

      “Kanda, Dinda sudah siapin air hangat untuk mandi, dan makan malam semoga Kanda suka masakan Dinda” Surti melanjutkan.

      “Terima kasih Dinda” jawab Paijo sembari mengcup kening Surti.

      Tak lama kemudian Paijo pun mandi dengan air hangat yang telah disiapkan istri tercinta yang setia dan mencintai apa adanya. Paijo sangat bahagia mempunyai istri yang begitu perhatian. Setelah makan malam Paijo dan istri pergi ke peraduan untuk melepas lelah. (Baca juga cerita lain pada : Kisah Seorang Nenek Penjual Gorengan)

      Tidak perlu waktu lama Paijo yang memang lelah cepat memejamkan mata dan tertidur disamping istri tercinta Surti yang cantik, dengan kulit putih dan pipi kemerahan.

      Sekitar jam 01.00 dini hari Paijo terbangun, namun matanya masih terpejam. Paijo merasakan bibirnya seperti ada yang mencium berkali kali. Paijo diam dan menikmati kecupan tersebut, dan ingin menggoda istrinya dengan berpura-prua tidur.

      Setelah sekian lama Paijo tidak tahan untuk membuka matanya, tetapi alangkah kagetnya ternyata yang mencium bibirnya bukan istri tetapi ulat sayur yang berwarna hijau sebesar ibu jari, kontan dia loncat dari tempat tidur dan berteriak saking kagetnya.

      Mendengar terikan paijo itu, Istrinya pun terbangun, dia merasa bingung campur kaget, karena tiba-tiba suaminya tidur dan loncat sambil teriak-teriak. Setelah suasana bisa diatasi akhirnya Paijo bercerita pada istrinya, dan istrinya hanya bisa mesam mesem, dan serentak keduanya tertawa bareng.

      Sejak saat itu Paijo menjadi paranoid dengan ulat sayur, kalau ada ulat hijau waktu memetik sayur, badannya langsung gemetar dan dia berusaha mencari kayu atau bamboo yang panjang untuk membuang jauh ulat tersebut dari sayurnya. Paijo yang bertubuh kekar tersebut ternyata takut dengan ulat sayur. Ada – ada saja.

      Itulah postingan cerpen tentang Bercinta dengan Seekor Ulat yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga cerpen tentang Bercinta dengan Seekor Ulat diatas dapat menghibur kita semua. (Baca juga cerita lain pada : Hilang Karena Doa)

You may also like...

2 Responses

  1. […] Tiba-tiba si manis masuk kedalam rumah dan mendekatiku seolah ingin selalu dekat denganku. (Baca juga : Bercinta dengan Seekor Ulat) […]

  2. […]       Segala sesuatu tak akan berakhir dengan kehendaknya sendiri, hanya sang maha pencipta lah yang tahu, bagaimana akhir dari kehidupan seseorang. Sehebat apapun, Sepintar apapun, Kita tak bisa menebak, Bagaimana akhir hidup seseorang bahkan hidup kita sendiri. Hanya berpegang teguh pada Harapan dan Doa, Setiap insan didunia kan tahu bahwa memang Harapan dan Doa mereka sendiri lah yang semoga akan membuat mereka bahagia. Tanpa berpegang teguh pada Harapan dan Doa, Hidupmu takkan terarah. Jangan pernah lelah untuk terus mengucapkan sebuah Harapan serta Doamu… Ingat itu !!!… (Baca juga cerita pendek lainnya pada : Bercinta dengan Seekor Ulat) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *