Bercinta dengan Desir Angin Malam

Bercinta dengan Desir Angin Malam

Bercinta dengan Desir Angin Malam

Langkah mentari di ujung senja.

Bersiap tenggelam pada panorama temaram.

Aku hening dengan pikiran menerawang

Aku hanya bisa Bercinta dengan Desir Angin Malam.

(Baca juga : Terpaku Diatas Hamparan Duka)

Terlarut dalam pekikan jangkrik yg membekam.

Berteman hanya dengan kerlap kerlip cahaya kunang-kunang

Disaat hiruk pikuk hedonisme merajalela diluar sana.

Aku hanya bisa berkencan dengan angin.

Seperti seonggok batu tak bertuan.

Aku menikmati malam.

Kilauan bintang-bintang bersembunyi dibalik awan.

desiran angin menari nari menghiburku.

lalu ku biarkan ia mengobati luka ku yang menganga.

”jangan pernah takut akan luka, sayang”

Kata angin yang membisikan kata di telingaku.

Gemercik air melantunkan nadhom nadhom cinta.

Cinta yang lara.

Cinta yang fana.

(Baca juga puisi lain pada : Indahnya Malam di Bawah Rembulan)

Ku nikmati kencanku bersama angin.

”Jangan tinggalkan aku dalam kesendirian”

Kataku

Diapun berjanji akan menemaniku sampai luka mengering.

Sampai embun mengecup dedaunan di depan rumah.

      Itulah postingan puisi tentang Bercinta dengan Desir Angin Malam yang dapa kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga anda dapat menikmati dan merenungkan isi dari puisi diatas. (Baca juga artikel lain pada : Perbuatan yang Membuat Orang Tua Sedih)

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *