Batik Semi Klasik

Batik Semi Klasik

Batik Semi Klasik

Batik Semi Klasik

      Pada kesempatan kali ini kami akanberbagi materi tentang Batik semi klasik yang merupakan salah satu warisan seni dan budaya bangsa yang sangat tinggi nilainya walaupun batik ini telah mengalami perubahan / kemajuan dalam hal bahan, alat, proses pembuatan dan motifnya, namun tetap tidak meninggalkan ciri khas batik. (Baca juga : Sejarah Perkembangan Musik Qasidah)

Adapun Ciri – ciri batik semi klasik adalah :

  • menggunakan kompor minyak
  • menggunakan pewarna kimia
  • motifnya ada yang mempunyai makna atau tidak
  • warnanya bermacam macam
  • harganya tidak terlalu mahal

Contoh batik semi klasik antara lain :

  • Batik Pesisiran
  • Batik Non Pesisiran

Batik Pesisiran

      Adalah batik yang terletak di pesisir pantai dan terkena pengaruh dari negara – negara asing / negara tetangga karena para penduduk dari negara tersebut yang berwisata ke Indonesia.

Contoh Batik Pesisiran :

1. Batik Pekalongan

      Terletak di pesisir pantai utara Jawa Tengah. Batik Pekalongan berani mengeksplorasikan keragaman corak demi mencapai kepuasan konsumen. Ciri khusus batik pekalongan yaitu gambaran motif serta pewarnaannya yang bersifat naturalis. Di pekalongan tumbuh genre batik encim yang dikembangkan oleh pengusaha cina,biasanya menjadi selera orang-orang belanda. Namun,konsumen pribumi lebih suka pada pola warna yang lebih semarak. Batik pekalongan memiliki corak dan komposisi warna yang lebih kaya. Motifnya kebanyakan bernuansa pesisir,misalnya motif bunga laut dan binatang laut. Ini sangat berbeda dengan batik solo dan yogyakarta,yang motifnya dominan bentuk garis,kotak-kotak dan konstruksi geometri lainnya meskipun bentuk tangkai,bunga atau hewan lebih mendominasi. (Baca juga artikel lain pada : Pemuda Ganteng Membantu Nenek)

2. Batik Indramayu

      Terletak di pesisir pantai jawa barat. Biasa disebut dengan batik dermayon. Motifnya mengangkat flora dan fauna serta lingkungan lautnya,susunan motifnya sangat dinamis, cenderung asimetris dan ritmis. Latarnya berwarna muda seperti ada pengaruh pelunturan dari keseluruhan warna motif batik,sedangkan warna motifnya cenderung gelap yang agak kusam.

3. Batik Cirebon

      Terletak di pesisir pantai utara jawa barat. Batik cirebon memiliki makna simbolis di setiap motifnya (terutama pada motif – motif keraton). Batik cirebon dapat disebut batik pesisiran karena terletak di pesisir pantai dan mempunyai ciri yaitu dengan sistem pembabaran (rekavisual) yang lebih dinamis, meriah dengan banyak warna dan sangat ditentukan oleh permintaan pasar. Tetapi juga memiliki perkembangan batik keraton yang memiliki makna – makna simbolis,antara lain :

  • Motif Taman Arum Sunyaragian
  • Motif Wadas Singa
  • Motif Ayam Alas
  • Motif Taman Teratai
  • Motif Obar – Abir
  • Motif Tiga Negeri
  • Motif Dewa – Dewa
  • Motif Patran Kangkung

Batik Non Pesisiran

      Adalah batik yang walaupun tidak terletak di pesisir pantai, namun juga terkena pengaruh dari negara – negara asing / daerah lain yang berkunjung ke daerah tersebut. (Baca juga artikel lain pada : Nenek Wanita dalam Kesederhanaan)

Contoh motif batik non pesisiran

1. Batik Tuban

      Banyak dipengaruhi budaya cina,misalnya motif lokchan (motif burung phoenix yang berbentuk burung dengan bulu ekor dan sayap yang menjulur panjang serta bergaya terbang).motif yang paling terkenal adalah motif guntingan dan macanan.

      Tata warna batik tuban pada awalnya terbatas pada warna biru indigofera / nila,merah mengkudu,hitam,putih serta kekuning-kuningan dari akar mengkudu. Seiring perkembangannya,muncul tata warna baru pada motif batik tuban,yaitu :

  • Warna putihan,adalah latar putih dengan corak hiasan berwarna biru tua atau hitam.
  • Warna pipitan,adalah latar putih dengan corak hiasan berwarna merah atau biru tua.
  • Warna bangrod,adalah latar putih dengan motif berwarna merah.
2. Batik Sidoarjo

      Banyak dipengaruhi oleh batik madura, karena banyak didatangi oleh para pendatang dari daerah madura. karakteristik batik sidoarjo adalah tegas,jelas dan ekspresif dengan pewarnaan yang mencolok dari warna hitam,coklat dan merah.

      Itulah postingan kami tentang Batik Semi Klasik yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan kami diatas dapat bermanfaat bagi kita. (Baca juga artikel lain pada : Soal Materi Iman Kepada Hari Akhir)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *