Bahagia Sarana Hidup Manusia

Bahagia Sarana Hidup Manusia

Bahagia Sarana Hidup Manusia

Bahagia ….

Tak satu jiwapun kecuali merinduinya.

Tak satu akalpun kecuali mengharapinya.

Tak satu ragapun kecuali mengejarnya.

Tapi kebahagiaan adalah goda yang tega.

Ia seakan bayang-bayang yang fatamorgana

Kian difikir makin melipir,

Kian dicari makin lari,

Kian diburu makin tak tentu,

Kian ditangkap makin melesat,

Kian dihadang makin hilang.

(Baca juga : Aku Dalam Pelukan Hujan )

Dalam nanar mata yang tak menemukan bahagia;

insan lain tampak lebih cerah.

Dalam denging telinga yang tak menangkap bahagia;

insan lain terdengar lebih ceria.

Dalam gerisik hati yang tak merasa bahagia;

insan lain terkilau lebih bercahaya.

Maka penderitaan manusia berlipat berkuadrat,

saat ia membandingkan diri dengan sosok di sekitarnya.

(Baca juga artikel lain pada : Sisi Positif Makhluk Halus)

Ada kesadaran kecil disini,

bahwa jika bahagia dijadikan tujuan,

kita akan luput untuk menikmatinya di sepanjang perjalanan.

Bahwa jika bahagia dijadikan cita,

kita akan kehilangan ia sebagai rasa.

Bahwa jika bahagia dijadikan tugas jiwa,

kita akan melalaikan kewajiban sebagai hamba.

(Baca juga artikel lain pada : Kucuran Keringat Perjuangan Hidup)

Bahwa jika bahagia dijadikan tema utama kehidupan,

kita bisa kehilangan ia setelah kematian.

Maka jadikan bahagia sebagai sarana hidup kita

Untuk mencapai tujuan hidup kita yang sebenarnya.

      Itulah postingan puisi tentang Bahagia Sarana Hidup Manusia yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat merenungkan mengambil hikmah dari puisi tentang Bahagia Sarana Hidup Manusia diatas. (Baca juga artikel lain pada : Soal IPA tentang Klasifikasi Makhluk Hidup)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *