Antara Batas Keinginan dan Takdir

Antara Batas Keinginan dan Takdir

Antara Batas Keinginan dan Takdir

Semua adalah perihal yang diciptakan sebagai batas

Ada sakaratul maut membatasi mati setelah hidup tanpa lepas

Ada senyum antara senang setelah kita merasakan cemas

Ada kala kita berada ditengah antara bawah setelah di atas

Masing-masing membelah sesuatu dari sesuatu ke yang lain

Hari ini mebatasi besok dan kemarin.

Besok batas hari ini dan lusa.

(baca juga : Berkelana Menuju Dermaga Akhir)

Jalan jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,

bilik penjara dan kantor pemerintah, juga rumah kita dan seluruh tempat dimana pernah ada kita.

Darat, laut dan udara memisahkan London dan Jakarta.

Resah didadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata.

Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang.

Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang – undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya.

Atau senyummu, dinding diantara aku dan ketidakwarasan.

Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa kabar hari ini? Lihat tanda tanya itu.

Jurang antara kebodohan dan keinginanku entah itu logis atau tidak.

Itulah postingan puisi kami tentang Antara Batas Keinginan dan Takdir yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Antara Batas Keinginan dan Takdir diatas dapat bermanfaat bagi kita sebagai renungan dalam hidup kita. (kunjungi juga puisi lain dalam versi bahasa Inggris pada : Life Journey to Find Forgiveness from Allah)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *