Aku terserah pada Pencipta ku

Aku Terserah pada Pencipta ku

Aku Terserah pada Pencipta ku

Aku mulai berfikir,

Bahwa aku hanyalah orang bodoh yang hidup dalam kelamnya dunia.

Bahwa aku hanyalah orang lemah yang hidup dalam tiada daya

Terombang ambing oleh kerasnya cadas kehidupan,

Tersandung dan terantuk oleh tajamnya kerikil perjalanan.

Aku tak bisa tegar menghadapi onak dan duri di jalanan menuju masa depan. (Baca juga : Elegi Pribadi yang Rapuh)

Memang benar kata mereka,

Aku hanyalah seonggok daun kering yang terombang ambing angin kemana saja,

Aku hanyalah sebutir debu yang tertempel oleh benda lain dimana saja

Soal cinta memang tak luput dari nafsu birahi laki atau wanita.

Aku di dalamnya menyimpan pertanyaan yang menggondok tanpa bisa bicara.

Dia perempuan penggoda ataukah bidadari yang turun ke dunia.

Serigala berbulu domba pun sering berkeliaran di ladang kenistaan.

Aku hanya terpuruk tanpa seorangpun mengulurkan tangannya untuk bangkit meninggalkan hidup kelamku.

Aku hanya bisa menunggu dan terus menunggu. (Baca juga artikel lain pada : Rumah Tempat Mengukir Kenangan Bersama Keluarga)

Walau sampai kumbang terbang yang menghasilkan madu yang terasa manis.

Aku terserah pada Pencipta ku

      Itulah postingan puisi tentang Aku terserah pada Pencipta ku yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga kita dapat mengambil manfaat dari puisi tentang Aku terserah pada Pencipta ku diatas. (Baca juga puisi lain pada : Belajar dari Seorang Anak Kecil)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[smartslider3 slider=2]