Abunawas Berjalan diatas Egrang

Abunawas Berjalan diatas Egrang

Abunawas Berjalan diatas Egrang

      Pada suatu hari raja Harun Al-Rasyid ingin menguji kepandaian Abunawas. Sehingga dia menyuruh beberapa prajuritnya untuk memanggil Abunawas ke istana. Ketika Abunawas tiba di istana, sang raja mempersilahkan Abunawas untuk duduk. (Baca juga : Merubah Nasib itu Pilihan)

      Abunawas lalu berkata : “Apakah Paduka menginginkan saya?”

      “Iya, kamu telah mempermainkanku berkali-kali. Dan itu keterlaluan. Maka sekarang aku mau kamu meninggalkan Negara ini. Kalau kamu tidak mau, maka kamu harus masuk penjara.” Kata sang raja.

      “Kalau itu yang paduka mau,” kata Abunawas sedih, “aku akan melakukan yang paduka inginkan.” Kata Abunawas dengan perasaan sedih.

      “Ingat, mulai besok kamu tidak boleh menginjak tanah di negara ini lagi,” kata sang raja dengan serius.

      “Ya paduka.” Kata Abunawas masih dalam perasaan sedih dan meninggalkan istana.

      Besok paginya, sang raja memerintahkan dua pengawalnya untuk pergi ke rumah Abunawas. Ketika mereka tiba dirumah Abunawas, Mereka sangat terkejut. Abunawas masih di sana. Dia masih belum meninggalkan negara ini. Dia malah sedang berenang di sebuah kolam kecil di halaman depannya.

      “Hei, Abunawas, kenapa kamu belum meninggalkan Negara ini? Bukankah sang raja memerintahkan kamu untuk tidak menginjak tanah di negara ini?”

      “Iya memang dia melakukan itu,” jawab Abunawas dengan tenangnya. “Tapi, lihat aku. Apakah aku meningjak tanah? Tidakkan? Aku berenang. Aku di dalam air.”

      Pengawal-pengawal itu tidak bisa berdebat dengan Abunawas. Jadi mereka pergi dan kembali ke istana untuk melaporkan apa yang telah mereka lihat tentang Abunawas kepada sang raja. Sang raja penasaran akan alasan Abunawas untuk tidak meninggalkan negaranya. Oleh karena itu, dia memanggil Abunawas ke istana.

      Abunawas datang ke istana dengan menggunakan egrang.

      Ketika Abunawas menghadap sang raja, sang raja menghardik : “Abunawas, aku pastinya akan menghukummu karena kamu tidak melakukan seperti yang aku katakan. Dan sekarang lihat dirimu! Kamu berjalan dengan egrang seperti anak kecil. Apakah kamu gila?” kata sang raja berpura-pura marah.

      “Hamba ingat persis apa yang Paduka katakan,” Abunawas menjawab dengan tenang. “Maka pagi ini hamba mandi di dalam kolam sehingga hamba tidak berdiri di atas tanah. Dan sejak kemarin hamba sudah berjalan di atas egrang. Jadi Paduka bisa lihat, hamba tidak menginjak tanah.”

      Sang raja tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia mengakui bahwa Abunawas Berjalan diatas Egrang merupakan ide yang sangat pintar. Dia kemudian menawarkan Abunawas untuk minum. Abunawas merasa senang dan banyak tersenyum.

      Itulah cerita tentang Abunawas Berjalan diatas Egrang yang dapat kami bagikan dengan harapan semoga cerita tentang Abunawas Berjalan diatas Egrang diatas dapat menghibur kita. (Baca juga artikel dalam bahasa Inggris pada : Abunawas Walking 0n stilts)

You may also like...

2 Responses

  1. […]       That’s all the story of King and Daughter of a Rebel Leader. (Also read other article in Indonesian version at : Abunawas Berjalan diatas Egrang) […]

  2. […] “Alhamdulillah suami saya sudah beli rumah baru untuk keluarga bapak” jawab mama Dina. (Baca juga cerpen lain pada : Abunawas Berjalan diatas Egrang) […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *