Detik Berlalu Menit Berganti

Detik Berlalu Menit Berganti

Detik Berlalu Menit Berganti

Waktu terus bergulir

Sedang aKu tak pernah berfikir..

Kadang ku berjalan linglung di persimpangan

Atau duduk termenung dibawah rindang dedaunan

Ku hanya ingin berpegang pada teguhnya hati…

Ku coba Mencintai walau tak merasai indahnya

Mengikuti alur dan plot..

Detik, kulumpuh dan lunglai

Menit kulalui tanpa daya

Detik, ketika kita menjadi ketika

Menit, ketika berada di ujung antara

Detik, kita terhempas tak bersuara

Menit, kita terhenyak tanpa kata

(baca juga : Andai Ini Ramadhan Terakhirmu)

Detik…….,

Menghitung kerlap-kerlip mata batin

Menit……..

Mengumpulkan langkah kerangka jiwa

Detik…….,

Biarlah logikaku menjadi langkah kakiku

Menit………

Biarlah imanku menjadi nafas batinku

Hingga engkau kan terlupa olehku…

campakkan kenanganmu…

Hingga tak satupun yang tersisa…

Detik…. Biarkan ku pongah

Menit…. Biarkan ku pasrah

Detik…..Biarkan ku congkak

Menit…. Biarkan ku tawakkal

Detik……, tetap saja kutak bisa…

Menit……, tetap saja ku tak sanggup

Pesonamu terlalu kuat…

Daya pikatmu terlau mengikat

Khayalan bisa mengurai imajinasi,

Tindakan bisa mengukir harapan

      Itulah postingan puisi kami tentang Detik Berlalu Menit Berganti yang dapat kami bagikan kali ini dengan harapan semoga posting tentang Detik Berlalu Menit Berganti diatas dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua. (kunjungi juga puisi berbahasa Inggris pada : Tears fall in the white grave)

Related posts:

One Reply to “Detik Berlalu Menit Berganti”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *